tppinews.com, TANGERANG – Kawasan kuliner Pasar Lama, di Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang sedang dilakukan penataan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Namun, hingga kini belum juga terealisasikan.

Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul menyoroti hal tersebut. Ia menyebut, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) belum siap dalam hal perencanaan. Gagalnya perencanaan terlihat belum terealisasinya penataan hingga kini.

“Karena kalo kita liat kan sederhana, tapi peta konflik yang terjadi di lapangan itu ada spanduk penolakan, inikan berarti ada sesuatu, ada masalah. Makanya saya kira solusinya adalah PT TNG dengan besar hati turun lagi lah coba rangkai itu dengan pedagang, rangkai itu dengan stakeholder cari solusi disitu,” paparnya.

“Masa iya ngatur Pasar lama cuma satu baris ga mampu. Jadi ini jika tidak mampu akan membebani PT tng ini syarat masalah tidak qualified, ketika dikasih pekerjaan oleh Pemkot, padahal dia BUMD, inikan miris kalo bicara gitu,” imbuhnya.

Menurutnya, penataan yang dilakukan masihlah sama. PT TNG masih mempunyai masalah krusial yang belum bisa diselesaikan.

“Saya ingin melihat bahwa ketika pedagang itu mau diatur, kata kuncinya kan agar kita nyaman. Inikan yang terjadi sebaliknya. Semuanya berakumulasi karena memang menurut saya, PT TNG ini belum mampu,” jelas Adib.

Terpisah, Direktur Utama PT TNG Edi Candra mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji kembali konsep penataan Pasar Lama yang juga melibatkan akademisi.

“Kajian ini kan ada Focus Group Discussiom (FGD) dulu sesuai dengan perda, nah kajian sendiri kita ada. Namun demikian, akademisi juga ada yang melakukan namanya forum diskusi yang saat ini dilakukan stisif yupentek,” katanya. Kamis (10/03/2022).

Direktur Utama PT TNG

Menurut Edi, berhentinya penataan saat ini guna mendapatkan hasil yang optimal nantinya. Pengkajian tersebut merangkum seluruh keluhan pada pihak-pihak terkait.

“Ada, dimungkinkan perubahan konsep. Sesuatu itu kan ketika lebih baik kenapa tidak. Dari masukan masukan yang ada, baik warga, pertokoan, pkl, ini kan benar benar harus kita perhatikan,” jelasnya.

Diketahui, PT TNG telah membuat garis pembatas bagi pedagang, mulai dari ukuran standar berukuran 2×1,5 meter hingga kelas premium berukuran 2×3 meter. Biaya pengecatan itu memakan anggaran Rp 130 juta.

“Pasti terpakai, cuma konsep nya saja yang tadinya ditengah, jadi arahkan ke kanan. Memang ada konsep yang saat ini sedang dibahas, dari hasil pertemuan dan keinginan masyarakat dalam forum FGD itu. Jadi konsep itu nanti akan coba kita sampaikan lagi, kalo sudah oke jalan,” tegasnya.

“Bukan, jadi polemik itu sesuatu yang biasa dalam kontek penataan pro kontra sesuatu yang biasa terjadi. Justru kita saat ini mau mengakomodir dalam kontek mengapresiasi harapan-harapan itu,” pungkasnya. (Eko).

Penataan Kuliner Pasar Lama Molor, Pengamat Sebut PT TNG Belum Mampuhttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0042-1024x576.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0042-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Kawasan kuliner Pasar Lama, di Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang sedang dilakukan penataan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Namun, hingga kini belum juga terealisasikan. Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul menyoroti hal tersebut. Ia menyebut, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) belum siap dalam hal perencanaan. Gagalnya...
<!-- wp:image {"id":12967,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0042-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-12967"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Kawasan kuliner Pasar Lama, di Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang sedang dilakukan penataan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Namun, hingga kini belum juga terealisasikan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul menyoroti hal tersebut. Ia menyebut, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) belum siap dalam hal perencanaan. Gagalnya perencanaan terlihat belum terealisasinya penataan hingga kini.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Karena kalo kita liat kan sederhana, tapi peta konflik yang terjadi di lapangan itu ada spanduk penolakan, inikan berarti ada sesuatu, ada masalah. Makanya saya kira solusinya adalah PT TNG dengan besar hati turun lagi lah coba rangkai itu dengan pedagang, rangkai itu dengan stakeholder cari solusi disitu," paparnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Masa iya ngatur Pasar lama cuma satu baris ga mampu. Jadi ini jika tidak mampu akan membebani PT tng ini syarat masalah tidak qualified, ketika dikasih pekerjaan oleh Pemkot, padahal dia BUMD, inikan miris kalo bicara gitu," imbuhnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurutnya, penataan yang dilakukan masihlah sama. PT TNG masih mempunyai masalah krusial yang belum bisa diselesaikan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Saya ingin melihat bahwa ketika pedagang itu mau diatur, kata kuncinya kan agar kita nyaman. Inikan yang terjadi sebaliknya. Semuanya berakumulasi karena memang menurut saya, PT TNG ini belum mampu," jelas Adib.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Terpisah, Direktur Utama PT TNG Edi Candra mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji kembali konsep penataan Pasar Lama yang juga melibatkan akademisi.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kajian ini kan ada Focus Group Discussiom (FGD) dulu sesuai dengan perda, nah kajian sendiri kita ada. Namun demikian, akademisi juga ada yang melakukan namanya forum diskusi yang saat ini dilakukan stisif yupentek," katanya. Kamis (10/03/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":12968,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220310-WA0066-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-12968"/><figcaption>Direktur Utama PT TNG</figcaption></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurut Edi, berhentinya penataan saat ini guna mendapatkan hasil yang optimal nantinya. Pengkajian tersebut merangkum seluruh keluhan pada pihak-pihak terkait.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Ada, dimungkinkan perubahan konsep. Sesuatu itu kan ketika lebih baik kenapa tidak. Dari masukan masukan yang ada, baik warga, pertokoan, pkl, ini kan benar benar harus kita perhatikan," jelasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Diketahui, PT TNG telah membuat garis pembatas bagi pedagang, mulai dari ukuran standar berukuran 2x1,5 meter hingga kelas premium berukuran 2x3 meter. Biaya pengecatan itu memakan anggaran Rp 130 juta.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Pasti terpakai, cuma konsep nya saja yang tadinya ditengah, jadi arahkan ke kanan. Memang ada konsep yang saat ini sedang dibahas, dari hasil pertemuan dan keinginan masyarakat dalam forum FGD itu. Jadi konsep itu nanti akan coba kita sampaikan lagi, kalo sudah oke jalan," tegasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Bukan, jadi polemik itu sesuatu yang biasa dalam kontek penataan pro kontra sesuatu yang biasa terjadi. Justru kita saat ini mau mengakomodir dalam kontek mengapresiasi harapan-harapan itu," pungkasnya. (Eko).</p> <!-- /wp:paragraph -->