Tppinews.com, TANGERANG – Sepekan menjelang puncak arus mudik Lebaran 1445 H, potensi peningkatan penumpukan sampah menjadi konsentrasi bersama. Seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemudik disarankan melakukan aktivitas-aktivitas preventif untuk menghindari penumpukan sampah selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Tihar Sopian menuturkan, aktivitas preventif untuk menghindari penumpukan sampah sangat penting diketahui oleh seluruh elemen masyarakat. Terlebih, potensi penumpukan sampah selama musim mudik tersebut sangat rentan terjadi, baik di perjalanan, istirahat (rest area), sampai lokasi tujuan masing-masing.

“Sudah diketahui bersama, arus mudik Lebaran akan berlangsung sangat panjang, kurang lebih selama dua pekan. Oleh karenanya, sangat perlu melakukan edukasi bagi para pemudik untuk turut berkontribusi menjaga lingkungan, khususnya sampah di lingkungan sekitar masing-masing,” ujar Tihar, Rabu (3/4/24).

Berikut ini adalah tips mengenai aktivitas preventif yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan penumpukan sampah selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung, di antaranya:

1. Membawa Tas Belanja Sendiri

Momentum mudik tentu tidak bisa dilepaskan dengan persoalan oleh-oleh khas daerah masing-masing. Oleh karenanya, membawa tas belanja sendiri dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang kerap dihasilkan tas belanja sekali pakai yang banyak beredar di pasar, mini market, super market, sampai pusat oleh-oleh.

2. Membawa Tempat Air Minum yang Digunakan Berulang (Tumbler)

Kebutuhan air minum juga tidak bisa dilepaskan dengan persoalan arus mudik dan balik lebaran. Oleh karenanya, membawa tempat air minum yang dapat digunakan berulang (tumbler) dapat mengurangi jumlah sampah plastik, khususnya botol minum sekali pakai yang banyak tertimbun di sepanjang lokasi perjalanan.

3. Membawa Tempat dan Alat Makan Sendiri

Tidak hanya kebutuhan air minum, persoalan makanan juga tidak bisa dilepaskan dengan momentum mudik. Oleh karenanya, membawa tempat dan alat makan pribadi dapat mengurangi jumlah sampah plastik, khususnya sampah kemasan, baik makanan berat maupun makanan ringan.

4. Jangan Sisakan Makanan dan Minuman

Selain itu, persoalan sisa makanan juga menjadi masalah yang tidak kalah penting untuk dihindari. Oleh karenanya, aktivitas tidak menyisakan makanan dan minuman dapat mengurangi jumlah sampah, khususnya sisa makanan yang banyak dihasiikan selama arus mudik dan balik karena peningkatan jumlah mobilitas manusia sepanjang momentum tersebut.

5. Pilah dan Buang Sampah Sesuai Jenisnya

Tidak hanya itu, aktivitas yang tidak kalah penting adalah memilah serta membuang sampah berdasarkan jenis tempat sampah yang telah disediakan. Hal ini dapat membantu serta memudahkan para petugas dalam mengelola sampah di beberapa lokasi strategis selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung.

DLH Kota Tangerang Berikan Tips Antisipasi Penumpukan Sampah Selama Momen Lebaranhttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2024/04/5-1024x682.jpeghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2024/04/5-200x200.jpeg admin SEPUTAR TANGERANG
Tppinews.com, TANGERANG - Sepekan menjelang puncak arus mudik Lebaran 1445 H, potensi peningkatan penumpukan sampah menjadi konsentrasi bersama. Seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemudik disarankan melakukan aktivitas-aktivitas preventif untuk menghindari penumpukan sampah selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Tihar Sopian menuturkan,...
<!-- wp:image {"id":16655,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2024/04/5-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-16655"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tppinews.com, TANGERANG - Sepekan menjelang puncak arus mudik Lebaran 1445 H, potensi peningkatan penumpukan sampah menjadi konsentrasi bersama. Seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemudik disarankan melakukan aktivitas-aktivitas preventif untuk menghindari penumpukan sampah selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Tihar Sopian menuturkan, aktivitas preventif untuk menghindari penumpukan sampah sangat penting diketahui oleh seluruh elemen masyarakat. Terlebih, potensi penumpukan sampah selama musim mudik tersebut sangat rentan terjadi, baik di perjalanan, istirahat (rest area), sampai lokasi tujuan masing-masing.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Sudah diketahui bersama, arus mudik Lebaran akan berlangsung sangat panjang, kurang lebih selama dua pekan. Oleh karenanya, sangat perlu melakukan edukasi bagi para pemudik untuk turut berkontribusi menjaga lingkungan, khususnya sampah di lingkungan sekitar masing-masing,” ujar Tihar, Rabu (3/4/24).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Berikut ini adalah tips mengenai aktivitas preventif yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan penumpukan sampah selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung, di antaranya:</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>1. Membawa Tas Belanja Sendiri</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Momentum mudik tentu tidak bisa dilepaskan dengan persoalan oleh-oleh khas daerah masing-masing. Oleh karenanya, membawa tas belanja sendiri dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang kerap dihasilkan tas belanja sekali pakai yang banyak beredar di pasar, mini market, super market, sampai pusat oleh-oleh.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>2. Membawa Tempat Air Minum yang Digunakan Berulang (Tumbler)</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kebutuhan air minum juga tidak bisa dilepaskan dengan persoalan arus mudik dan balik lebaran. Oleh karenanya, membawa tempat air minum yang dapat digunakan berulang (tumbler) dapat mengurangi jumlah sampah plastik, khususnya botol minum sekali pakai yang banyak tertimbun di sepanjang lokasi perjalanan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>3. Membawa Tempat dan Alat Makan Sendiri</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tidak hanya kebutuhan air minum, persoalan makanan juga tidak bisa dilepaskan dengan momentum mudik. Oleh karenanya, membawa tempat dan alat makan pribadi dapat mengurangi jumlah sampah plastik, khususnya sampah kemasan, baik makanan berat maupun makanan ringan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>4. Jangan Sisakan Makanan dan Minuman</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Selain itu, persoalan sisa makanan juga menjadi masalah yang tidak kalah penting untuk dihindari. Oleh karenanya, aktivitas tidak menyisakan makanan dan minuman dapat mengurangi jumlah sampah, khususnya sisa makanan yang banyak dihasiikan selama arus mudik dan balik karena peningkatan jumlah mobilitas manusia sepanjang momentum tersebut.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>5. Pilah dan Buang Sampah Sesuai Jenisnya</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tidak hanya itu, aktivitas yang tidak kalah penting adalah memilah serta membuang sampah berdasarkan jenis tempat sampah yang telah disediakan. Hal ini dapat membantu serta memudahkan para petugas dalam mengelola sampah di beberapa lokasi strategis selama musim arus mudik dan balik Lebaran berlangsung.</p> <!-- /wp:paragraph -->