IMG-20170314-WA0020tppinews, TANGERANG- Ratusan warga Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (14/03/2017).

Dari ratusan massa demonstrasi itu termasuk di antara sekian banyak warga yang bakal terdampak rencana penggusuran untuk pembebasan lahan bagi perluasan landasan pacu III di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

IMG-20170314-WA0021Dalam aksinya, warga memprotes atas penetapan nilai ganti rugi lahan yang menurut mereka tak sesuai kesepakatan. Nilai ganti rugi yang ditawarkan Angkasa Pura sebesar Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta per meter tanah/lahan dan bangunan.

“Harga yang diajukan tim appraisal (tim penaksir nilai ekonomis suatu properti) tidak sesuai. Masa harga tanah beserta bangunan hanya lima ratus ribu hingga satu setengah juta (per meter). Itu sangat kecil sekali,” ujar Sanusi, salah seorang warga peserta unjuk rasa.

Karenanya, dia meminta tim appraisal untuk menaikkan nilai ganti rugi sesuai nilai jual tanah sekarang, yakni Rp2 juta sampai Rp3 juta per meter.

Informasi yang dapat dihimpun, sebanyak 1.800 bidang tanah dengan total luas 69 hektare milik warga Desa Rawa Burung yang terkena penggusuran untuk proyek tersebut.

Warga mengadukan hal yang mereka alami kepada DPRD setempat. Mereka berkali-kali menggemakan takbir sebagai bentuk penolakan gusuran kalau nilai ganti rugi masih terlalu rendah dan tak sesuai kesepakatan.

“Angkasa Pura telah membohongi kami dengan menargetkan angka ganti rugi yang tidak sesuai. Harga yang diberikan sangatlah kecil, tidak sesuai dengan tanah dan bangunan yang kami miliki. Diibaratkan kami jual tanah tapi tak mampu kembali membeli tanah,” kata Sanusi.

Diketahui, pihak PT Angkasa Pura II menetapkan rencana pembangunan landasan pacu (runway) III di Bandara Soetta. Peletakan batu pertamanya direncanakan pada April 2017 mendatang.

Pembangunan landasan pacu itu membutuhkan lahan seluas 216 hektare. Angkasa Pura baru memiliki 42,85 hektare lahan dan perlu membebaskan lahan seluas 173,19 hektare. Dana yang disiapkan untuk pembebasan lahan itu sebesar Rp4 triliun, yang dibiayai dari dana Penyertaan Modal Negara kepada Angkasa Pura II.

Tanah yang dibebaskan termasuk dalam wilayah Kota Tangerang, antara lain, Kelurahan Selapajang Jaya, Kelurahan Benda serta tiga desa di wilayah Kabupaten Tangerang, yakni Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung, dan Desa Rawa Rengas. (mad)

admin
tppinews, TANGERANG- Ratusan warga Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (14/03/2017). Dari ratusan massa demonstrasi itu termasuk di antara sekian banyak warga yang bakal terdampak rencana penggusuran untuk pembebasan lahan bagi perluasan landasan pacu III di...
<img class="aligncenter size-medium wp-image-4648" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/03/IMG-20170314-WA0020-300x169.jpg" alt="IMG-20170314-WA0020" width="300" height="169" />tppinews, TANGERANG- Ratusan warga Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (14/03/2017). Dari ratusan massa demonstrasi itu termasuk di antara sekian banyak warga yang bakal terdampak rencana penggusuran untuk pembebasan lahan bagi perluasan landasan pacu III di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). <img class="aligncenter size-medium wp-image-4649" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/03/IMG-20170314-WA0021-300x169.jpg" alt="IMG-20170314-WA0021" width="300" height="169" />Dalam aksinya, warga memprotes atas penetapan nilai ganti rugi lahan yang menurut mereka tak sesuai kesepakatan. Nilai ganti rugi yang ditawarkan Angkasa Pura sebesar Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta per meter tanah/lahan dan bangunan. "Harga yang diajukan tim appraisal (tim penaksir nilai ekonomis suatu properti) tidak sesuai. Masa harga tanah beserta bangunan hanya lima ratus ribu hingga satu setengah juta (per meter). Itu sangat kecil sekali," ujar Sanusi, salah seorang warga peserta unjuk rasa. Karenanya, dia meminta tim appraisal untuk menaikkan nilai ganti rugi sesuai nilai jual tanah sekarang, yakni Rp2 juta sampai Rp3 juta per meter. Informasi yang dapat dihimpun, sebanyak 1.800 bidang tanah dengan total luas 69 hektare milik warga Desa Rawa Burung yang terkena penggusuran untuk proyek tersebut. Warga mengadukan hal yang mereka alami kepada DPRD setempat. Mereka berkali-kali menggemakan takbir sebagai bentuk penolakan gusuran kalau nilai ganti rugi masih terlalu rendah dan tak sesuai kesepakatan. "Angkasa Pura telah membohongi kami dengan menargetkan angka ganti rugi yang tidak sesuai. Harga yang diberikan sangatlah kecil, tidak sesuai dengan tanah dan bangunan yang kami miliki. Diibaratkan kami jual tanah tapi tak mampu kembali membeli tanah," kata Sanusi. Diketahui, pihak PT Angkasa Pura II menetapkan rencana pembangunan landasan pacu (runway) III di Bandara Soetta. Peletakan batu pertamanya direncanakan pada April 2017 mendatang. Pembangunan landasan pacu itu membutuhkan lahan seluas 216 hektare. Angkasa Pura baru memiliki 42,85 hektare lahan dan perlu membebaskan lahan seluas 173,19 hektare. Dana yang disiapkan untuk pembebasan lahan itu sebesar Rp4 triliun, yang dibiayai dari dana Penyertaan Modal Negara kepada Angkasa Pura II. Tanah yang dibebaskan termasuk dalam wilayah Kota Tangerang, antara lain, Kelurahan Selapajang Jaya, Kelurahan Benda serta tiga desa di wilayah Kabupaten Tangerang, yakni Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung, dan Desa Rawa Rengas. (mad)