Tppinews.com, TANGERANG – Melalui Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), 13 kecamatan di Kota Tangerang tengah masif menghadirkan sederet program untuk menangani kasus stunting di masing-masing wilayahnya.

Salah satunya, Kecamatan Benda dengan mengaktifkan Dapur PKK untuk mengolah dan mendistribusikan makanan tambahan untuk anak-anak terindikasi stunting.

Camat Benda Boyke Urip Hermawan menjelaskan, jajaran Kecamatan Benda, PKK Kecamatan dan PKK kelurahan serta para kader posyandu berkolaborasi mengaktifkan Dapur PKK. Memasak makanan dari hasil pembagian daging sapi kurban.

“Sebenarnya, program ini sudah sering digelar, yaitu lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan program Pos Gizi kepada para balita. Tapi, berhubung dengan peringatan Hari Raya Iduladha, jadi kami tambahkan PMT tersebut dengan menu makanan daging sapi, untuk memenuh gizi seimbang para balita,” jelas Boyke, Kamis (20/6/24).

Kata Boyke, kali ini total sasaran ialah 113 balita yang terindikasi stunting denan menu dari sop daging sapi, ayam, sayuran, nasi dan juga buah-buahan.

“Moment ini menjadi variasi dalam penyaluran PMT serta aksi berbagi kepada sesama di tengah moment Iduladha. Selebihnya, anak-anak terindikasi stunting juga tengah menerima pangan segar Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) selama lima bulan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP),” katanya.

“Harapan kami, dengan kegiatan seperti ini, dapat memberikan edukasi kepada orang tua balita. Yakni, bisa menerapkan pola makan dengan gizi yang seimbang, sehingga para balita dapat menerima asupan makanan yang bergizi, yang menunjang tumbuh kembangnya secara optimal,” tambahnya.

Sukseskan Gertak Tangkas, Kecamatan Benda Aktifkan Dapur PKKhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2024/06/4-3-1024x767.jpeghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2024/06/4-3-200x200.jpeg admin SEPUTAR TANGERANG
Tppinews.com, TANGERANG - Melalui Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), 13 kecamatan di Kota Tangerang tengah masif menghadirkan sederet program untuk menangani kasus stunting di masing-masing wilayahnya. Salah satunya, Kecamatan Benda dengan mengaktifkan Dapur PKK untuk mengolah dan mendistribusikan makanan tambahan untuk anak-anak terindikasi stunting. Camat Benda...
<!-- wp:image {"id":16744,"sizeSlug":"large","linkDestination":"none"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2024/06/4-3-1024x767.jpeg" alt="" class="wp-image-16744"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tppinews.com, TANGERANG - Melalui Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), 13 kecamatan di Kota Tangerang tengah masif menghadirkan sederet program untuk menangani kasus stunting di masing-masing wilayahnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Salah satunya, Kecamatan Benda dengan mengaktifkan Dapur PKK untuk mengolah dan mendistribusikan makanan tambahan untuk anak-anak terindikasi stunting.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Camat Benda Boyke Urip Hermawan menjelaskan, jajaran Kecamatan Benda, PKK Kecamatan dan PKK kelurahan serta para kader posyandu berkolaborasi mengaktifkan Dapur PKK. Memasak makanan dari hasil pembagian daging sapi kurban.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Sebenarnya, program ini sudah sering digelar, yaitu lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan program Pos Gizi kepada para balita. Tapi, berhubung dengan peringatan Hari Raya Iduladha, jadi kami tambahkan PMT tersebut dengan menu makanan daging sapi, untuk memenuh gizi seimbang para balita,” jelas Boyke, Kamis (20/6/24).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kata Boyke, kali ini total sasaran ialah 113 balita yang terindikasi stunting denan menu dari sop daging sapi, ayam, sayuran, nasi dan juga buah-buahan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Moment ini menjadi variasi dalam penyaluran PMT serta aksi berbagi kepada sesama di tengah moment Iduladha. Selebihnya, anak-anak terindikasi stunting juga tengah menerima pangan segar Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) selama lima bulan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP),” katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Harapan kami, dengan kegiatan seperti ini, dapat memberikan edukasi kepada orang tua balita. Yakni, bisa menerapkan pola makan dengan gizi yang seimbang, sehingga para balita dapat menerima asupan makanan yang bergizi, yang menunjang tumbuh kembangnya secara optimal,” tambahnya.</p> <!-- /wp:paragraph -->