Tppinews.com, TANGERANG – Banjir yang terjadi di muara Sungai Cisadane sejak beberapa hari terakhir memakan korban jiwa.

Ya, tiga orang remaja tewas tersengat aliran listrik di Kampung Cirumpak, Desa Tj Burung, Kecamatan Teluknaga, Kamis (2/3/2023) pagi tadi.

Ubay, warga Tj Burung bercerita ketiga korban jiwa tersebut masing-masing Arya Ipul, Jamal tersetrum aliran listrik saat mengangkat kompresor penyedot air di rumah milik salah seorang warga.

“Mereka sedang mengangkat kompresor penyedot air di bagian depan rumah. Tiba-tiba kejang-kejang,” kata Ubay.

Melihat ketiga remaja yang berusia belasan tahunan itu kejang-kejang penghuni rumah lainnya langsung berteriak minta tolong. Saat dihampiri, ketiga remaja itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kayaknya kompresor penyedot air itu masih terhubung ke aliran listrik, sehingga saat diangkat, aliran listrik yang terendam air karena banjir, lalu mengalir ke kompresor,” terangnya.

Ketiga jasad jenazah remaja malang itu pun lalu dievakuasi warga di tengah ketinggian banjir yang mencapai hingga satu meter.

Ubay menjelaskan, banjir merendam pemukiman warga di Kampung Cirumpak, Desa Tj Burung sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Banjir dipicu karena intensitas hujan yang terjadi terus menerus sepekan terakhir ini.

“Penyebabnya karena air hujan tertahan di pemukiman warga, sebab lokasi kampung Cirumpak di dataran rendah, drainase pun kurang berfungsi dengan baik,” terangnya.(Fie)

Tiga Remaja Tewas Tersengat Listrik di Tanjung Burung Tangeranghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230302-WA0019-1024x771.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230302-WA0019-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
Tppinews.com, TANGERANG - Banjir yang terjadi di muara Sungai Cisadane sejak beberapa hari terakhir memakan korban jiwa. Ya, tiga orang remaja tewas tersengat aliran listrik di Kampung Cirumpak, Desa Tj Burung, Kecamatan Teluknaga, Kamis (2/3/2023) pagi tadi. Ubay, warga Tj Burung bercerita ketiga korban jiwa tersebut masing-masing Arya Ipul, Jamal tersetrum...
<!-- wp:image {"id":15657,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230302-WA0019-1024x771.jpg" alt="" class="wp-image-15657"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tppinews.com, TANGERANG - Banjir yang terjadi di muara Sungai Cisadane sejak beberapa hari terakhir memakan korban jiwa.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ya, tiga orang remaja tewas tersengat aliran listrik di Kampung Cirumpak, Desa Tj Burung, Kecamatan Teluknaga, Kamis (2/3/2023) pagi tadi.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ubay, warga Tj Burung bercerita ketiga korban jiwa tersebut masing-masing Arya Ipul, Jamal tersetrum aliran listrik saat mengangkat kompresor penyedot air di rumah milik salah seorang warga.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Mereka sedang mengangkat kompresor penyedot air di bagian depan rumah. Tiba-tiba kejang-kejang,” kata Ubay.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Melihat ketiga remaja yang berusia belasan tahunan itu kejang-kejang penghuni rumah lainnya langsung berteriak minta tolong. Saat dihampiri, ketiga remaja itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Kayaknya kompresor penyedot air itu masih terhubung ke aliran listrik, sehingga saat diangkat, aliran listrik yang terendam air karena banjir, lalu mengalir ke kompresor,” terangnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ketiga jasad jenazah remaja malang itu pun lalu dievakuasi warga di tengah ketinggian banjir yang mencapai hingga satu meter.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ubay menjelaskan, banjir merendam pemukiman warga di Kampung Cirumpak, Desa Tj Burung sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Banjir dipicu karena intensitas hujan yang terjadi terus menerus sepekan terakhir ini.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Penyebabnya karena air hujan tertahan di pemukiman warga, sebab lokasi kampung Cirumpak di dataran rendah, drainase pun kurang berfungsi dengan baik,” terangnya.(Fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->