tppinews.com, TANGERANG – Sebanyak enam anak di Kota Tangerang terserang kasus gagal ginjal akut, Rabu (26/10/2022).

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah memerintahkan lurah dan camat untuk memastikan fasilitas kesehatan maupun apotek di wilayahnya maisng-masing, tidak menjual atau meresepkan obat sirup yang mengandung zat-zat berbahaya bagi anak sebagaimana anjuran dari Kementerian Kesehatan dan BPOM RI.

“Koordinasikan dengan fasilitas kesehatan seperti Apotek, Toko Obat, Klinik, Rumah Sakit yang ada di wilayah. Ada 156 produk obat yang dipastikan tidak menggunakan Propilen Glikol, sosialisasikan kepada mereka dan masyarakat,” terang Arief.

Arief mengungkapkan di Indonesia ada 133 kasus gagal ginjal yang meninggal. Untuk Provinsi Banten ada 12 anak positif gagal ginjal dan di Kota Tangerang sendiri ada 6 kasus dengan 4 anak meninggal dunia, 1 anak sembuh dan 1 pasien masih dirawat.

“Angka kematian ini tidak bisa kita anggap main – main, walau masih dalam penelitian tapi kita harus berupaya mencegah lonjakan kasus ini di Kota Tangerang,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Angraeni menjelaskan, berbgai upaya telah dilakukan oleh Dinas kesehatan Kota Tangerang untuk mencegah lonjakan kasus gagal ginjal pada anak. Dimulai dari pelarangan peredaran obat-obatan yang berbentuk cair dan sirup kepada seluruh fasilitas kesehatan termasuk apotek dan toko obat. Pihaknya juga menerjunkan petugas untuk mengawasi peredaran obat-obatan tersebut di masyarakat.

“Sejak awal Dinkes Kota Tangerang sudah mengikuti intruksi dari Kementerian Kesehatan untuk melarang obat – obatan yang berbentuk cair maupun sirup kepada seluruh fasilitas kesehatan,” jelas Dini Anggraeni. (fie/red)

6 Kasus di Kota Tangerang, Camat dan Lurah Diminta Cegah Lonjakan Kasus Gagal Ginjalhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221026-WA0142-1024x663.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221026-WA0142-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Sebanyak enam anak di Kota Tangerang terserang kasus gagal ginjal akut, Rabu (26/10/2022). Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah memerintahkan lurah dan camat untuk memastikan fasilitas kesehatan maupun apotek di wilayahnya maisng-masing, tidak menjual atau meresepkan obat sirup yang mengandung zat-zat berbahaya bagi anak sebagaimana anjuran dari...
<!-- wp:image {"id":14461,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221026-WA0142-1024x663.jpg" alt="" class="wp-image-14461"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Sebanyak enam anak di Kota Tangerang terserang kasus gagal ginjal akut, Rabu (26/10/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah memerintahkan lurah dan camat untuk memastikan fasilitas kesehatan maupun apotek di wilayahnya maisng-masing, tidak menjual atau meresepkan obat sirup yang mengandung zat-zat berbahaya bagi anak sebagaimana anjuran dari Kementerian Kesehatan dan BPOM RI.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Koordinasikan dengan fasilitas kesehatan seperti Apotek, Toko Obat, Klinik, Rumah Sakit yang ada di wilayah. Ada 156 produk obat yang dipastikan tidak menggunakan Propilen Glikol, sosialisasikan kepada mereka dan masyarakat," terang Arief.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Arief mengungkapkan di Indonesia ada 133 kasus gagal ginjal yang meninggal. Untuk Provinsi Banten ada 12 anak positif gagal ginjal dan di Kota Tangerang sendiri ada 6 kasus dengan 4 anak meninggal dunia, 1 anak sembuh dan 1 pasien masih dirawat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Angka kematian ini tidak bisa kita anggap main - main, walau masih dalam penelitian tapi kita harus berupaya mencegah lonjakan kasus ini di Kota Tangerang," tegasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Angraeni menjelaskan, berbgai upaya telah dilakukan oleh Dinas kesehatan Kota Tangerang untuk mencegah lonjakan kasus gagal ginjal pada anak. Dimulai dari pelarangan peredaran obat-obatan yang berbentuk cair dan sirup kepada seluruh fasilitas kesehatan termasuk apotek dan toko obat. Pihaknya juga menerjunkan petugas untuk mengawasi peredaran obat-obatan tersebut di masyarakat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Sejak awal Dinkes Kota Tangerang sudah mengikuti intruksi dari Kementerian Kesehatan untuk melarang obat - obatan yang berbentuk cair maupun sirup kepada seluruh fasilitas kesehatan," jelas Dini Anggraeni. (fie/red)</p> <!-- /wp:paragraph -->