tppjnews.com, TANGERANG – Aktivis Kota Tangerang Deni Granada mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menindak keberadaan plang-plang swasta di sejumlah ruas jalan yang diduga menjadi ladang pungutan liar (pungli).

“Kalau plang untuk bisnis itu seharusnya terpisah. Dan Satpol PP harusnya lebih jeli melihat ini. Jadi ke depan jangan sampai kita lihat plang-plang siluman ini lagi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Menurut Deni, keberadaan plang-plang siluman dapat menghambat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang. Ia menilai, keberadaan plang siluman sangat merugikan masyarakat khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

“Kalau plang nama digunakan pemerintah atau BUMD itu enggak kena pajak. Tapi kalau plang nama atau petunjuk digunakan pihak swasta, itu berarti terselubung, kalau saya nyebutnya itu plang siluman,” katanya.

Ia menyebut plang penunjuk arah pihak swasta ini diduga menjadi ladang pungli yang dilakukan oknum Dishub Kota Tangerang.

“Plang siluman itu kan mendompleng pihak swasta, ya jelas diduga ada pungli di situ. Ini sebenarnya kasus, tapi kok anehnya dibiarkan oleh pihak terkait di Kota Tangerang,” tegasnya.

Ke depan Deni berharap Dishub Kota Tangerang tidak melakukan praktik serupa itu. Ia juga meminta Pemkot Tangerang untuk lebih jeli terutama Satpol PP Kota Tangerang berkaitan dengan penegakan, sehingga PAD Kota Tangerang meningkat. (fie/red)

Diduga Pungli, Aktivis Desak Pemkot Tangerang Tindak Plang Arah Jalan Swastahttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0057-1024x768.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0057-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppjnews.com, TANGERANG - Aktivis Kota Tangerang Deni Granada mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menindak keberadaan plang-plang swasta di sejumlah ruas jalan yang diduga menjadi ladang pungutan liar (pungli). 'Kalau plang untuk bisnis itu seharusnya terpisah. Dan Satpol PP harusnya lebih jeli melihat ini. Jadi ke depan jangan sampai kita...
<!-- wp:image {"id":13909,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220812_231119.jpg" alt="" class="wp-image-13909"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppjnews.com, TANGERANG - Aktivis Kota Tangerang Deni Granada mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menindak keberadaan plang-plang swasta di sejumlah ruas jalan yang diduga menjadi ladang pungutan liar (pungli).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kalau plang untuk bisnis itu seharusnya terpisah. Dan Satpol PP harusnya lebih jeli melihat ini. Jadi ke depan jangan sampai kita lihat plang-plang siluman ini lagi," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":13912,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220812-WA0056-1024x666.jpg" alt="" class="wp-image-13912"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurut Deni, keberadaan plang-plang siluman dapat menghambat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang. Ia menilai, keberadaan plang siluman sangat merugikan masyarakat khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kalau plang nama digunakan pemerintah atau BUMD itu enggak kena pajak. Tapi kalau plang nama atau petunjuk digunakan pihak swasta, itu berarti terselubung, kalau saya nyebutnya itu plang siluman," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":13885,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220810-WA0057-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-13885"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ia menyebut plang penunjuk arah pihak swasta ini diduga menjadi ladang pungli yang dilakukan oknum Dishub Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Plang siluman itu kan mendompleng pihak swasta, ya jelas diduga ada pungli di situ. Ini sebenarnya kasus, tapi kok anehnya dibiarkan oleh pihak terkait di Kota Tangerang," tegasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ke depan Deni berharap Dishub Kota Tangerang tidak melakukan praktik serupa itu. Ia juga meminta Pemkot Tangerang untuk lebih jeli terutama Satpol PP Kota Tangerang berkaitan dengan penegakan, sehingga PAD Kota Tangerang meningkat. (fie/red)</p> <!-- /wp:paragraph -->