tppinews.com, TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menetapkan konsultan pengawas berinisial AD sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Sehingga, total tersangka kasus ini bertambah menjadi lima orang.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Erich Folanda mengungkapkan, tersangka AD berkapasitas sebagai Direktur PT Delta Elok Lestari yang dalam perkara ini ditunjuk sebagai konsultan pengawas dalam kegiatan pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang tahun anggaran 2017.

“Tersangka AD ditahan dengan jenis penahanan rumah tahanan negara (rutan) selama 20 hari ke depan terhitung sejak 31 Mei 2022 sampai dengan 19 Mei 2022 di Rutan Kelas II B Pandeglang,” ujarnya, Selasa (31/5/2022).

Tersangka AD disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 18 Ayat 1 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Ayat 1 UU Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP, karena salam hal ini mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara senilai Rp. 640.673.987.

“Penetapan tersangka AD ini merupakan tahap lanjutan dari penetapan empat tersangka sebelumnya, yakni OSS, AA, AR, dan DI,” katanya.

Erick menuturkan, alasan subjektif penahanan karena adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

Sedangkan alasan obyektif penahanan, yaitu tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun lebih.

“Sehingga kami berpendapat saudara AD telah memenuhi ketentuan untuk dapat ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan rutan,” tukasnya.(fie)

Kejari Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Pasar Gebang Periuk Tangeranghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220531-WA0120-1024x576.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220531-WA0120-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menetapkan konsultan pengawas berinisial AD sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Sehingga, total tersangka kasus ini bertambah menjadi lima orang. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Erich Folanda mengungkapkan, tersangka AD berkapasitas sebagai...
<!-- wp:image {"id":13437,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220531-WA0120-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-13437"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menetapkan konsultan pengawas berinisial AD sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Sehingga, total tersangka kasus ini bertambah menjadi lima orang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Erich Folanda mengungkapkan, tersangka AD berkapasitas sebagai Direktur PT Delta Elok Lestari yang dalam perkara ini ditunjuk sebagai konsultan pengawas dalam kegiatan pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang tahun anggaran 2017.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Tersangka AD ditahan dengan jenis penahanan rumah tahanan negara (rutan) selama 20 hari ke depan terhitung sejak 31 Mei 2022 sampai dengan 19 Mei 2022 di Rutan Kelas II B Pandeglang," ujarnya, Selasa (31/5/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tersangka AD disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 18 Ayat 1 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Ayat 1 UU Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP, karena salam hal ini mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara senilai Rp. 640.673.987.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Penetapan tersangka AD ini merupakan tahap lanjutan dari penetapan empat tersangka sebelumnya, yakni OSS, AA, AR, dan DI," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Erick menuturkan, alasan subjektif penahanan karena adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Sedangkan alasan obyektif penahanan, yaitu tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun lebih.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Sehingga kami berpendapat saudara AD telah memenuhi ketentuan untuk dapat ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan rutan," tukasnya.(fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->