tppinews.com, TANGERANG – Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengungkap kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tangerang di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Saat mengunjungi pasar lingkungan yang berada di kawasan rawan banjir tersebut pada Kamis (12/5/2022), kondisi pasar ini seperti tidak layak. Tampak lantai-lantainya rusak, dan timbul layaknya kuburan. Ada juga lantai-lantai yang tampak pecah, dan terlepas.

Selain itu, kondisi plafon ada yang terlihat rusak. Adapun kondisinya saat ini pasar tersebut sangat sepi. Lapak-lapak pedagang tidak terisi. Hanya ada satu kios yang berjualan warung kelontong.

Pedagang tersebut bernama Faisal. Ia mengaku sebagai orang pertama yang membuka usaha di pasar lingkungan ini. “Saya pertama di sini. 2019 Januari saya masuk. Habis itu yang lain baru masuk, ramai penuh,” jelasnya.

Saat rampung pada 2018, kata Faisal, pasar lingkungan ini cukup bagus. Namun, tak lama kondisinya semakin rusak. “Waktu awal masih bagus (kondisi bangunan pasarnya). Daerah banjir kan di sini,” katanya.

Faisal menuturkan, pasar lingkungan ini dioperasikan pada Januari 2019. Saat dioperasikan, cukup banyak pedagang yang mengisi lapak dan kios untuk berjualan di pasar lingkungan ini. Namun, para pedagang tidak lama berjualan di sana. Tepat pada tahun yang sama yaitu 2019, pasar lingkungan ini ditinggal pedagang.

“Sekarang sudah enggak ada yang jualan. Sudah dari 2019 juga tidak ada yang jualan. Tinggal saya sendiri di sini. Paling kalau malam ada yang jualan angkringan,” ucapnya.

Faisal mengaku, hanya tinggal dirinya yang berjualan di pasar lingkungan ini. “Saya nyewa di sini. Perbulan. Bayar ke PD Pasar,” ungkapnya.

Faisal menambahkan, selama empat bulan tepatnya Oktober 2021 sampai Januari 2022, warung kelontongnya harus tutup karena ada pemeriksaan dari tim Kejaksaan.

“Empat bulan kemarin saya tutup, karena diperiksa Kejaksaan sama ahli. Sekarang sudah boleh buka lagi. Ini juga saya baru buka habis libur Lebaran,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menetapkan empat orang sebagai tersangka perkara dugaan korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk.

Para tersangka di antaranya berinisial OSS selaku pejabat pembuat komitmen atau ASN Pemkot Tangerang, A selaku Direktur PT Nisara Karya Nusantara, AR selaku Site Manager PT Nisara Karya Nusantara, dan DI selaku penerima kuasa dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara.

Kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan tahun 2017 ini menggunakan APBD Kota Tangerang dengan pagu anggaran senilai Rp5.063.579.000. Adapun kerugian negara atas kasus korupsi ini senilai Rp640.673.987.

Kepala Kejari Kota Tangerang Erich Folanda menyampaikan, penyidik bersama tim ahli menemukan tidak sesuainya spesifikasi dan didapati banyak item yang tidak terpasang sesuai kontrak.

“Modus operandinya bahwa pada tahun anggaran 2017 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang menganggarkan pembangunan pasar lingkungan kecamatan yang berlokasi di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang,” ujarnya, Selasa (10/5/2022). (Fie)

Melihat Kondisi Pasar Lingkungan yang Jadi Pangkal Kasus Korupsi di Periukhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220512-WA0046-1024x768.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220512-WA0046-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengungkap kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tangerang di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Saat mengunjungi pasar lingkungan yang berada di kawasan rawan banjir tersebut pada Kamis (12/5/2022), kondisi pasar ini seperti tidak layak. Tampak...
<!-- wp:image {"id":13255,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220512-WA0046-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-13255"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengungkap kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tangerang di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Saat mengunjungi pasar lingkungan yang berada di kawasan rawan banjir tersebut pada Kamis (12/5/2022), kondisi pasar ini seperti tidak layak. Tampak lantai-lantainya rusak, dan timbul layaknya kuburan. Ada juga lantai-lantai yang tampak pecah, dan terlepas.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":13258,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_161412-1024x475.jpg" alt="" class="wp-image-13258"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Selain itu, kondisi plafon ada yang terlihat rusak. Adapun kondisinya saat ini pasar tersebut sangat sepi. Lapak-lapak pedagang tidak terisi. Hanya ada satu kios yang berjualan warung kelontong.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Pedagang tersebut bernama Faisal. Ia mengaku sebagai orang pertama yang membuka usaha di pasar lingkungan ini. "Saya pertama di sini. 2019 Januari saya masuk. Habis itu yang lain baru masuk, ramai penuh," jelasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Saat rampung pada 2018, kata Faisal, pasar lingkungan ini cukup bagus. Namun, tak lama kondisinya semakin rusak. "Waktu awal masih bagus (kondisi bangunan pasarnya). Daerah banjir kan di sini," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Faisal menuturkan, pasar lingkungan ini dioperasikan pada Januari 2019. Saat dioperasikan, cukup banyak pedagang yang mengisi lapak dan kios untuk berjualan di pasar lingkungan ini. Namun, para pedagang tidak lama berjualan di sana. Tepat pada tahun yang sama yaitu 2019, pasar lingkungan ini ditinggal pedagang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Sekarang sudah enggak ada yang jualan. Sudah dari 2019 juga tidak ada yang jualan. Tinggal saya sendiri di sini. Paling kalau malam ada yang jualan angkringan," ucapnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":13259,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_161533-1024x475.jpg" alt="" class="wp-image-13259"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Faisal mengaku, hanya tinggal dirinya yang berjualan di pasar lingkungan ini. "Saya nyewa di sini. Perbulan. Bayar ke PD Pasar," ungkapnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Faisal menambahkan, selama empat bulan tepatnya Oktober 2021 sampai Januari 2022, warung kelontongnya harus tutup karena ada pemeriksaan dari tim Kejaksaan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Empat bulan kemarin saya tutup, karena diperiksa Kejaksaan sama ahli. Sekarang sudah boleh buka lagi. Ini juga saya baru buka habis libur Lebaran," tuturnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":13260,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_185421-692x1024.jpg" alt="" class="wp-image-13260"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menetapkan empat orang sebagai tersangka perkara dugaan korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Para tersangka di antaranya berinisial OSS selaku pejabat pembuat komitmen atau ASN Pemkot Tangerang, A selaku Direktur PT Nisara Karya Nusantara, AR selaku Site Manager PT Nisara Karya Nusantara, dan DI selaku penerima kuasa dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan tahun 2017 ini menggunakan APBD Kota Tangerang dengan pagu anggaran senilai Rp5.063.579.000. Adapun kerugian negara atas kasus korupsi ini senilai Rp640.673.987.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kepala Kejari Kota Tangerang Erich Folanda menyampaikan, penyidik bersama tim ahli menemukan tidak sesuainya spesifikasi dan didapati banyak item yang tidak terpasang sesuai kontrak.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Modus operandinya bahwa pada tahun anggaran 2017 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang menganggarkan pembangunan pasar lingkungan kecamatan yang berlokasi di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang," ujarnya, Selasa (10/5/2022). (Fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->