tppinews.com, TANGERANG – Perkara dugaan korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mendapat sorotan dari sejumlah pihak seperti Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Kota Tangerang H. Muchdi.

Muchdi meminta tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang untuk mendalami dugaan keterlibatan pejabat lain di Dinas Perindustrian dan Pedagangan tahun 2017 ketika proyek pembangunan pasar lingkungan dilaksanakan.

“Selain pejabat pembuat komitmen (PPK), kan ada juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Kepala Dinas saat itu, yang harusnya ikut bertanggungjawab, atas pelaksaan proyek tersebut,” ungkapnya, Kamis (12/5/2022).

Berdasarkan data BPAN Kota Tangerang, kata Muchdi, KPA yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang ketika itu dijabat oleh Agus Sugiono.

“Proyek ini kan tidak akan bisa dicairkan pembayaran, kalau tidak ada persetujuan dari KPA. Jadi tidak hanya di PPK tanggungjawab. Jadi logikanya kalau PPK ditetapkan sebagai tersangka, kenapa KPA tidak, kan tanggungjawabnya sama,” katanya.

“Kalau memang ada indikasi kerugian negara, akibat dicairkan nya pembayaran proyek tersebut, yang kemudian diketahui bermasalah, karena diduga ada beberapa item pekerjaan yang tidak dilaksanakan, sehingga proyek tersebut bermasalah,” lanjut Muchdi.

Adapun untuk memastikan hal ini, BPAN Kota Tangerang akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Kejari Kota Tangerang.

“Apakah yang bersangkutan juga sudah diperiksa oleh Jaksa atau belum, dan kita akan konfirmasi lebih lanjut. Agak aneh jika PPK dijadikan tersangka, sementara KPA tidak,” katanya.

Muchdi mengaku pihaknya mengapresiasi langkah Kejari Kota Tangerang yang menetapkan tersangka dalam kasus ini. Mengingat kasus ini sudah cukup lama terjadi yaitu tahun 2017, dan baru tahun 2022 baru ada kejelasan.

“Setelah sekian lama baru ini ada lagi, kasus dugaan korupsi yang terkait dengan keuangan negara yang ditindaklanjuti oleh Kejari Kota Tangerang. Kita wajib berikan apresiasi, dan ikut mengawal kelanjutan kasus ini, dan kasus lainnya, yang terkait dengan hal yang terkait kerugian keuangan negara,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kejari Kota Tangerang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Keempat tersangka ini, salah satunya adalah pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, berinisial OSS yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitnen (PPK) dalam proyek tersebut.

Selain itu, tiga tersangka lainnya yaitu A selaku Direktur PT Inisara Karya Nusantara, AR selaku Site Manager PT Inisara Karya Nusantara, dan DI selaku penerima kuasa dari Direktur PT Inisara Karya Nusantara.

“Mereka adalah tersangka dalam kegiatan pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang tahun anggaran 2017,” kata Kepala Kejari Kota Tangerang Erich Folanda, Selasa (10/5/2022).

Diketahui pembangunan tersebut menggunakan APBD Kota Tangerang dengan pagu anggaran senilai Rp5.063.579.000.

Penyidik, bersama tim ahli bangunan dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, menemukan bahwa secara kuantitas bangunan pasar lingkungan tersebut tidak sesuai spesifikasi dan didapati banyak item yang tidak terpasang sesuai kontrak.

“Bahwa perbuatan itu diduga dilakukan oleh para tersangka secara bersama sama sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp640.673.987,” katanya.(fie)

Kuasa Pengguna Anggaran Harus Bertanggung Jawab soal Korupsi Pasar Lingkungan di Periukhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220510-WA0112.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220510-WA0112-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Perkara dugaan korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mendapat sorotan dari sejumlah pihak seperti Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Kota Tangerang H. Muchdi. Muchdi meminta tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang untuk mendalami dugaan keterlibatan pejabat lain...
<!-- wp:image {"id":13241,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220510-WA0112.jpg" alt="" class="wp-image-13241"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Perkara dugaan korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mendapat sorotan dari sejumlah pihak seperti Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Kota Tangerang H. Muchdi.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Muchdi meminta tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang untuk mendalami dugaan keterlibatan pejabat lain di Dinas Perindustrian dan Pedagangan tahun 2017 ketika proyek pembangunan pasar lingkungan dilaksanakan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Selain pejabat pembuat komitmen (PPK), kan ada juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Kepala Dinas saat itu, yang harusnya ikut bertanggungjawab, atas pelaksaan proyek tersebut," ungkapnya, Kamis (12/5/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Berdasarkan data BPAN Kota Tangerang, kata Muchdi, KPA yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang ketika itu dijabat oleh Agus Sugiono.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Proyek ini kan tidak akan bisa dicairkan pembayaran, kalau tidak ada persetujuan dari KPA. Jadi tidak hanya di PPK tanggungjawab. Jadi logikanya kalau PPK ditetapkan sebagai tersangka, kenapa KPA tidak, kan tanggungjawabnya sama," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kalau memang ada indikasi kerugian negara, akibat dicairkan nya pembayaran proyek tersebut, yang kemudian diketahui bermasalah, karena diduga ada beberapa item pekerjaan yang tidak dilaksanakan, sehingga proyek tersebut bermasalah," lanjut Muchdi.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Adapun untuk memastikan hal ini, BPAN Kota Tangerang akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Kejari Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Apakah yang bersangkutan juga sudah diperiksa oleh Jaksa atau belum, dan kita akan konfirmasi lebih lanjut. Agak aneh jika PPK dijadikan tersangka, sementara KPA tidak," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Muchdi mengaku pihaknya mengapresiasi langkah Kejari Kota Tangerang yang menetapkan tersangka dalam kasus ini. Mengingat kasus ini sudah cukup lama terjadi yaitu tahun 2017, dan baru tahun 2022 baru ada kejelasan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Setelah sekian lama baru ini ada lagi, kasus dugaan korupsi yang terkait dengan keuangan negara yang ditindaklanjuti oleh Kejari Kota Tangerang. Kita wajib berikan apresiasi, dan ikut mengawal kelanjutan kasus ini, dan kasus lainnya, yang terkait dengan hal yang terkait kerugian keuangan negara," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Seperti diketahui sebelumnya, Kejari Kota Tangerang menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Keempat tersangka ini, salah satunya adalah pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, berinisial OSS yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitnen (PPK) dalam proyek tersebut.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Selain itu, tiga tersangka lainnya yaitu A selaku Direktur PT Inisara Karya Nusantara, AR selaku Site Manager PT Inisara Karya Nusantara, dan DI selaku penerima kuasa dari Direktur PT Inisara Karya Nusantara.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Mereka adalah tersangka dalam kegiatan pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang tahun anggaran 2017," kata Kepala Kejari Kota Tangerang Erich Folanda, Selasa (10/5/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Diketahui pembangunan tersebut menggunakan APBD Kota Tangerang dengan pagu anggaran senilai Rp5.063.579.000.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Penyidik, bersama tim ahli bangunan dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, menemukan bahwa secara kuantitas bangunan pasar lingkungan tersebut tidak sesuai spesifikasi dan didapati banyak item yang tidak terpasang sesuai kontrak.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Bahwa perbuatan itu diduga dilakukan oleh para tersangka secara bersama sama sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp640.673.987," katanya.(fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->