Tppinews.com, TANGERANG – Kawasan kuliner Pasar Lama, Kota Tangerang sedang dilakukan penataan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Namun, hingga kini belum juga terealisasikan. Penataan tersebut bahkan terkesan terburu buru.

Ketua komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pasar Lama Hendi menyebut, kurangnya sosialisasi membuat alot nya proses penataan lokasi yang berada di Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang.

“Selama ini kita dengan PT TNG udah lama, tetapi yang terjadi dibawah mungkin pihak PT TNG sosialisasi agar kurang, ke lingkungan juga kan harus diikut sertakan, dan ternyata kemarin terjadi penataan ada sesuatu komunikasi yang kurang,” ujarnya, Rabu (9/3/22).

Menurutnya, sebelum dilakukan penataan, PT TNG selaku pihak pengelola harusnya mengkondisikan terlebih dahulu dilapangan.

Diketahui, PT TNG telah membuat garis pembatas bagi pedagang, mulai dari ukuran standar berukuran 2×1,5 meter hingga kelas premium berukuran 2×3 meter.

“Itu yang ukuran 2×3 kan menutupi jalan total, karena mengambil jalan full. Jadi kemarin sempat ditolak sama warga terkait dengan penutupan jalan,” papar Hendi.

Hingga kini, lanjut dia, PT TNG masih melakukan pengkajian untuk penataan para pedagang.

“Masih dilakukan pengkajian oleh pihak PT TNG dalam melibatkan akademisi juga kan. Bagaimana juga kan ini wilayah sejarah mempunyai history yang dalem,” jelasnya.

“Berkaitan retribusi itukan belum fiks, masih bisa negosiasi. Yang utama kan tahapannya penataan dulu, setelah itu retribusi, yang dimana kesepakatan bersama tidak bisa sepihak,” imbuhnya.

Dirinya pun mengaku sempat mengajukan konsep penataan, namun hingga kini PT TNG belum memutuskan.

“Kita kan sudah punya konsep dari awal, jalan itu jangan sampai ditutup, pedagang itu disebalah kanan semua dibikin 2 baris ditengahnya meja. Itu konsep kita dari awal, konsep itu sudah saya usulkan ke PT TNG pada saat itu,” katanya.

“Tetap kita melalui musyawarah. Yang penting poinnya jangan sampai ada yang dirugikan. Karena konsep yang kita tawarkan bisa diterima oleh lingkungan, konsep jalan dibuka, karena diujung kan ada sarana ibadah, bank, kalo jalan ditutup ada kesulitan,” sambungnya.

Ia menambahkan, ada sekitar 200 pedagang yang bergabung dalam Komunitas UMKM Pasar Lama Tangerang.

“Kalo untuk total pedagang di situ 300 lebih. Nantinya akan diakomodir semua, terutama kan pedagang yang lama dulu. Kalaupun nanti ada slot lebih baru masuk pedagang baru,” katanya.

“Pedagang disitu tetap kita akomodir nanti relokasi nya kemana gitu si. Mereka sama sama punya hak juga kan. Itu nanti bagaiman cara untuk merelokasinya, nanti PT TNG lah. Katanya kan TNG ada beberapa titik yang memang dikelola PT TNG. Pedagang mah setuju, cuman jelas kepastiaan nya, sebenarnya pedagang mah simpel,” pungkasnya. (Eko).

Dilakukan Penataan, Ketua UMKM Pasar Lama : Terkesan Terburu Buruhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0035-1024x576.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0035-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
Tppinews.com, TANGERANG - Kawasan kuliner Pasar Lama, Kota Tangerang sedang dilakukan penataan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Namun, hingga kini belum juga terealisasikan. Penataan tersebut bahkan terkesan terburu buru. Ketua komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pasar Lama Hendi menyebut, kurangnya sosialisasi membuat alot nya proses penataan lokasi yang...
<!-- wp:image {"id":12962,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0035-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-12962"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tppinews.com, TANGERANG - Kawasan kuliner Pasar Lama, Kota Tangerang sedang dilakukan penataan oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Namun, hingga kini belum juga terealisasikan. Penataan tersebut bahkan terkesan terburu buru.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ketua komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pasar Lama Hendi menyebut, kurangnya sosialisasi membuat alot nya proses penataan lokasi yang berada di Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Selama ini kita dengan PT TNG udah lama, tetapi yang terjadi dibawah mungkin pihak PT TNG sosialisasi agar kurang, ke lingkungan juga kan harus diikut sertakan, dan ternyata kemarin terjadi penataan ada sesuatu komunikasi yang kurang," ujarnya, Rabu (9/3/22).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurutnya, sebelum dilakukan penataan, PT TNG selaku pihak pengelola harusnya mengkondisikan terlebih dahulu dilapangan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Diketahui, PT TNG telah membuat garis pembatas bagi pedagang, mulai dari ukuran standar berukuran 2x1,5 meter hingga kelas premium berukuran 2x3 meter.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Itu yang ukuran 2x3 kan menutupi jalan total, karena mengambil jalan full. Jadi kemarin sempat ditolak sama warga terkait dengan penutupan jalan," papar Hendi.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Hingga kini, lanjut dia, PT TNG masih melakukan pengkajian untuk penataan para pedagang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Masih dilakukan pengkajian oleh pihak PT TNG dalam melibatkan akademisi juga kan. Bagaimana juga kan ini wilayah sejarah mempunyai history yang dalem," jelasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Berkaitan retribusi itukan belum fiks, masih bisa negosiasi. Yang utama kan tahapannya penataan dulu, setelah itu retribusi, yang dimana kesepakatan bersama tidak bisa sepihak," imbuhnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dirinya pun mengaku sempat mengajukan konsep penataan, namun hingga kini PT TNG belum memutuskan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kita kan sudah punya konsep dari awal, jalan itu jangan sampai ditutup, pedagang itu disebalah kanan semua dibikin 2 baris ditengahnya meja. Itu konsep kita dari awal, konsep itu sudah saya usulkan ke PT TNG pada saat itu," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Tetap kita melalui musyawarah. Yang penting poinnya jangan sampai ada yang dirugikan. Karena konsep yang kita tawarkan bisa diterima oleh lingkungan, konsep jalan dibuka, karena diujung kan ada sarana ibadah, bank, kalo jalan ditutup ada kesulitan," sambungnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ia menambahkan, ada sekitar 200 pedagang yang bergabung dalam Komunitas UMKM Pasar Lama Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kalo untuk total pedagang di situ 300 lebih. Nantinya akan diakomodir semua, terutama kan pedagang yang lama dulu. Kalaupun nanti ada slot lebih baru masuk pedagang baru," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Pedagang disitu tetap kita akomodir nanti relokasi nya kemana gitu si. Mereka sama sama punya hak juga kan. Itu nanti bagaiman cara untuk merelokasinya, nanti PT TNG lah. Katanya kan TNG ada beberapa titik yang memang dikelola PT TNG. Pedagang mah setuju, cuman jelas kepastiaan nya, sebenarnya pedagang mah simpel," pungkasnya. (Eko).</p> <!-- /wp:paragraph -->