tppinews.com, TANGERANG – Kejadian pelecehan itu berlangsung pada April 2021 di salah satu rumah yang jadi majelis taklim di wilayah Kecamatan Pinang. Saat itu, kedua korban mendatangi rumah tersebut karena diminta oleh S dengan dalih akan diisi ilmu.

“Awalnya itu ponakan saya diminta untuk datang ke rumah dia (S) dalihnya sih isi ilmu,” ungkap Firmansyah, paman korban di kediamannya, Senin 1 November 2021.

Menurut Firmansyah, dalam melancarkan aksinya terduga pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh ini dengan memegang tubuh korban. Bahkan salah satu korban mengaku dicumbu.

Ilustrasi (net)

“Pengisian ilmunya gitu jadi dipegang-pegang tubuhnya,” ungkapnya.

Firmansyah menyebut, salah satu korban juga sempat diminta untuk melayani permintaan sang ustaz.

“Jadi pas ponakan saya datang sendiri ke rumah dia (terlapor), dia diminta buka baju kemudian dicumbu dan diminta untuk memegang kemaluannya,” katanya.

Adapun satu orang korban lainnya juga sempat mendapat tindakan pelecehan seksual. Modus yang dilakukan tidak jauh berbeda.

“Sama dipegang-pegang, Bahkan ini diminta untuk mandi kembang di salah satu bilik. Dia diminta mandi kembang dengan keadaan bugil,” ungkapnya.

Kejadian ini, telah membuat sang keponakan trauma. Terlebih, sosok S merupakan seorang guru ngaji yang dipercaya oleh kedua orang tua korban.

“Ya masih trauma sampai sekarang. Karena yang dua orang percayai ini seorang murid harus menurut pada gurunya,” jelasnya.

Atas kejadian ini Firmansyah mengaku sudah melaporkannya ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Sudah lapor dari bulan Agustus lalu, tapi memang belum ada lanjutannya,” katanya.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim mengatakan saat ini pihaknya akan segera memanggil terlapor.

“Hari ini penyidik menunggu kehadiran saksi terlapor. Kalau tidak hadir akan segera dilakukan gelar kasus,” pungkasnya.(fie)

Bakal Diisi Ilmu, Ustad di Pinang Tangerang Malah Lecehkan 2 Gadis Dibawah Umurhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2021/11/Screenshot_2021_1101_144534.pnghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2021/11/Screenshot_2021_1101_144534-200x200.png admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Kejadian pelecehan itu berlangsung pada April 2021 di salah satu rumah yang jadi majelis taklim di wilayah Kecamatan Pinang. Saat itu, kedua korban mendatangi rumah tersebut karena diminta oleh S dengan dalih akan diisi ilmu. 'Awalnya itu ponakan saya diminta untuk datang ke rumah dia (S) dalihnya...
<!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Kejadian pelecehan itu berlangsung pada April 2021 di salah satu rumah yang jadi majelis taklim di wilayah Kecamatan Pinang. Saat itu, kedua korban mendatangi rumah tersebut karena diminta oleh S dengan dalih akan diisi ilmu.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Awalnya itu ponakan saya diminta untuk datang ke rumah dia (S) dalihnya sih isi ilmu," ungkap Firmansyah, paman korban di kediamannya, Senin 1 November 2021.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurut Firmansyah, dalam melancarkan aksinya terduga pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh ini dengan memegang tubuh korban. Bahkan salah satu korban mengaku dicumbu.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":12203,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2021/11/Screenshot_2021_1101_144534.png" alt="" class="wp-image-12203"/><figcaption>Ilustrasi (net)</figcaption></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Pengisian ilmunya gitu jadi dipegang-pegang tubuhnya," ungkapnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Firmansyah menyebut, salah satu korban juga sempat diminta untuk melayani permintaan sang ustaz.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Jadi pas ponakan saya datang sendiri ke rumah dia (terlapor), dia diminta buka baju kemudian dicumbu dan diminta untuk memegang kemaluannya," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Adapun satu orang korban lainnya juga sempat mendapat tindakan pelecehan seksual. Modus yang dilakukan tidak jauh berbeda.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Sama dipegang-pegang, Bahkan ini diminta untuk mandi kembang di salah satu bilik. Dia diminta mandi kembang dengan keadaan bugil," ungkapnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kejadian ini, telah membuat sang keponakan trauma. Terlebih, sosok S merupakan seorang guru ngaji yang dipercaya oleh kedua orang tua korban.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Ya masih trauma sampai sekarang. Karena yang dua orang percayai ini seorang murid harus menurut pada gurunya," jelasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Atas kejadian ini Firmansyah mengaku sudah melaporkannya ke Polres Metro Tangerang Kota.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Sudah lapor dari bulan Agustus lalu, tapi memang belum ada lanjutannya," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim mengatakan saat ini pihaknya akan segera memanggil terlapor.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Hari ini penyidik menunggu kehadiran saksi terlapor. Kalau tidak hadir akan segera dilakukan gelar kasus," pungkasnya.(fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->