tppinews.com, TANGERANG – Aparat Kepolisian menggerebek rumah kantor (rukan) aktivitas pinjaman online (pinjol) diduga ilegal di Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021 siang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, ada 13 aplikasi yang dijalankan dalam aktivitas pinjol tersebut. Dari 13 aplikasi tersebut, tiga di antaranya legal, sedangkan 10 di antaranya ilegal.

“10 ilegal. Maka, ini akan kami proses,” jelasnya dalam jumpa pers setelah penggerebakan di depan rukan pinjol tersebut.

Yusri menyebut, berdasarkan informasi sementara pinjol di Cipondoh Kota Tangerang ini beroperasi sejak tahun 2018. Keberadaannya pinjol ini pun sangat meresahkan masyarakat.

“Mereka bikin PT sendiri,” tuturnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan sebanyak 32 orang dari rukan pinjol di Cipondoh Kota Tangerang ini.

“Yang jelas kami akan perangi. Kami akan tindak tegas,” katanya.

Adapun saat masuk ke dalam rukan pinjol Cipondoh ini tertulis di lantai utama PT Indo Tekno Nusantara.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengungkapkan, PT Indo Tekno Nusantara tersebut sebagai perusahaan kolektor.

“Meluruskan saja ada tadi PT Indo Tekno itu perusahaan kolektornya. Jadi, PT ini menawarkan fintech-fintech di (lantai) atas itu untuk dia sebagai kolektor atau penagih,” jelasnya.(kaf)

Digerebek Polisi, Ada 10 Aplikasi Ilegal Pinjol di Cipondoh Tangeranghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2021/10/IMG-20211014-WA0055-1024x768.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2021/10/IMG-20211014-WA0055-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Aparat Kepolisian menggerebek rumah kantor (rukan) aktivitas pinjaman online (pinjol) diduga ilegal di Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021 siang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, ada 13 aplikasi yang dijalankan dalam aktivitas pinjol tersebut. Dari 13 aplikasi tersebut,...
<!-- wp:image {"id":12120,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2021/10/IMG-20211014-WA0055-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-12120"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Aparat Kepolisian menggerebek rumah kantor (rukan) aktivitas pinjaman online (pinjol) diduga ilegal di Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis 14 Oktober 2021 siang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, ada 13 aplikasi yang dijalankan dalam aktivitas pinjol tersebut. Dari 13 aplikasi tersebut, tiga di antaranya legal, sedangkan 10 di antaranya ilegal.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"10 ilegal. Maka, ini akan kami proses," jelasnya dalam jumpa pers setelah penggerebakan di depan rukan pinjol tersebut.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Yusri menyebut, berdasarkan informasi sementara pinjol di Cipondoh Kota Tangerang ini beroperasi sejak tahun 2018. Keberadaannya pinjol ini pun sangat meresahkan masyarakat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Mereka bikin PT sendiri," tuturnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Selain itu, petugas juga mengamankan sebanyak 32 orang dari rukan pinjol di Cipondoh Kota Tangerang ini.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Yang jelas kami akan perangi. Kami akan tindak tegas," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Adapun saat masuk ke dalam rukan pinjol Cipondoh ini tertulis di lantai utama PT Indo Tekno Nusantara.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengungkapkan, PT Indo Tekno Nusantara tersebut sebagai perusahaan kolektor.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Meluruskan saja ada tadi PT Indo Tekno itu perusahaan kolektornya. Jadi, PT ini menawarkan fintech-fintech di (lantai) atas itu untuk dia sebagai kolektor atau penagih," jelasnya.(kaf)</p> <!-- /wp:paragraph -->