tppinews.com, TANGERANG – Para aktifis Aliansi LSM Tangerang, Akhwil Ramli, Agus Syahrul Rijal, dan Hendri Zein meminta agar Pemkot Tangerang bertindak tegas dengan menutup restoran dan karaoke HOP.

Ya, keberadaan karoke yang berlokasi di JL KH Hasyim Ashari Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang tersebut diduga banyak melanggar aturan hukum, baik peraturan daerah (Perda) maupun ketentuan aturan lain, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain tidak mengantongi Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sambung Akhwil,  keberadaan Karaoke HOP menyalahi peruntukan perizinan yang dikeluarkan Pemkot Tangerang.

“izinnya mendirikan restoran, kok berdiri karaoke,” kata Ahkwil kepada wartawan Kamis (21/12/2017).

Lebih jauh pentolan lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPHI ini juga meduga, adanya pelanggaran site plan yang awalnya untuk ruko, namun kemudian diubah menjadi restoran dan karoke.

Selain karaoke, sambung Akhwil, keberadaan restoran HOP juga berdiri diatas lahan parkir, dan ini masuk kategori penyerobotan lahan.

“Jelas ini melanggar pasal 385 KUHP dan pelanggaran UU no 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung,” tegas Akhwil.

Selain itu tambah Akhwil, aturan lain yang juga dilanggar oleh HOP restoran adalah, Permendagri No 9 tahun 2009 tentang pasilitas sarana umum (PSU).

“Kalau semua aturan tersebut dilanggar, maka hal ini tentunya berpotensi merugikan keuangan negara, dan pelakuknya bisa dijerat UU No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana yg telah diubah menjadi Undang-Undang No. 20 tahun 2001 (Tipikor),” imbuhnya.

Hal senada juga disuarakan Agus Syarul Rijal, yang menyayangkan sikap dari Pemkot Tangerang yang tidak melakukan tindakan, kendati keberadaan restoran dan karaoke HOP sudah beroperasi sejak lama.

“Saya pinta kepada pemerintah untuk segera menghentikan operasi karaoke HOP restoran (tutup),” tegas Agus, yang juga Ketua LSM Gerakan Aksi Rakyat Untuk Konstitusi Korupsi Kolusi Nepotismen (GARUK KKN).

Lebih jauh Agus membeberkan, berdasarkan hasil investigasi dari pihaknya dilapangan, ia menduga bahwa adanya oknum Anggota DPRD Kota Tangerang yang berada dibelakang berdirinya restoran dan karaoke HOP ini.

Ia mengaku, sedang mencari kebenaran soal oknum Anggota Dewan yang katanya memiliki saham di HOP Restoran dan karaoke.

“kalau benar ada Dewan seperti itu, kita akan bawa persoalan ini ke proses hukum, karena jelas-jelas ini menyalahi ketentuan,” pungkas Agus.

Diberitakan sebelumnya bahwa keberadaan restoran HOP berdiri diatas lahan parkir Ruko yang letaknya di bahu jalan KH. Hasyim Ashari. (Tim)

Aktifis Aliansi LSM Tangerang Minta Pemkot Segera Tutup Karaoke HOPhttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/12/Screenshot_20171221-200918-1024x608.jpghttps://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/12/Screenshot_20171221-200918-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG,,
tppinews.com, TANGERANG - Para aktifis Aliansi LSM Tangerang, Akhwil Ramli, Agus Syahrul Rijal, dan Hendri Zein meminta agar Pemkot Tangerang bertindak tegas dengan menutup restoran dan karaoke HOP. Ya, keberadaan karoke yang berlokasi di JL KH Hasyim Ashari Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang tersebut diduga banyak melanggar aturan hukum, baik peraturan...
<img class="aligncenter size-medium wp-image-6337" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/12/Screenshot_20171220-194747-300x235.jpg" alt="" width="300" height="235" />tppinews.com, TANGERANG - Para aktifis Aliansi LSM Tangerang, Akhwil Ramli, Agus Syahrul Rijal, dan Hendri Zein meminta agar Pemkot Tangerang bertindak tegas dengan menutup restoran dan karaoke HOP. <img class="aligncenter size-medium wp-image-6148" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/11/Screenshot_20171122-210457-300x155.jpg" alt="" width="300" height="155" /> Ya, keberadaan karoke yang berlokasi di JL KH Hasyim Ashari Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang tersebut diduga banyak melanggar aturan hukum, baik peraturan daerah (Perda) maupun ketentuan aturan lain, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain tidak mengantongi Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sambung Akhwil,  keberadaan Karaoke HOP menyalahi peruntukan perizinan yang dikeluarkan Pemkot Tangerang. "izinnya mendirikan restoran, kok berdiri karaoke," kata Ahkwil kepada wartawan Kamis (21/12/2017). Lebih jauh pentolan lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPHI ini juga meduga, adanya pelanggaran site plan yang awalnya untuk ruko, namun kemudian diubah menjadi restoran dan karoke. Selain karaoke, sambung Akhwil, keberadaan restoran HOP juga berdiri diatas lahan parkir, dan ini masuk kategori penyerobotan lahan. "Jelas ini melanggar pasal 385 KUHP dan pelanggaran UU no 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung," tegas Akhwil. Selain itu tambah Akhwil, aturan lain yang juga dilanggar oleh HOP restoran adalah, Permendagri No 9 tahun 2009 tentang pasilitas sarana umum (PSU). "Kalau semua aturan tersebut dilanggar, maka hal ini tentunya berpotensi merugikan keuangan negara, dan pelakuknya bisa dijerat UU No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana yg telah diubah menjadi Undang-Undang No. 20 tahun 2001 (Tipikor)," imbuhnya. Hal senada juga disuarakan Agus Syarul Rijal, yang menyayangkan sikap dari Pemkot Tangerang yang tidak melakukan tindakan, kendati keberadaan restoran dan karaoke HOP sudah beroperasi sejak lama. “Saya pinta kepada pemerintah untuk segera menghentikan operasi karaoke HOP restoran (tutup),” tegas Agus, yang juga Ketua LSM Gerakan Aksi Rakyat Untuk Konstitusi Korupsi Kolusi Nepotismen (GARUK KKN). Lebih jauh Agus membeberkan, berdasarkan hasil investigasi dari pihaknya dilapangan, ia menduga bahwa adanya oknum Anggota DPRD Kota Tangerang yang berada dibelakang berdirinya restoran dan karaoke HOP ini. Ia mengaku, sedang mencari kebenaran soal oknum Anggota Dewan yang katanya memiliki saham di HOP Restoran dan karaoke. "kalau benar ada Dewan seperti itu, kita akan bawa persoalan ini ke proses hukum, karena jelas-jelas ini menyalahi ketentuan," pungkas Agus. Diberitakan sebelumnya bahwa keberadaan restoran HOP berdiri diatas lahan parkir Ruko yang letaknya di bahu jalan KH. Hasyim Ashari. (Tim)