Tppinews.com, TANGERANG – Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang tetap kuat di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global. Hal itu terlihat, dari Data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Tangerang pada tahun 2022 yang terjadi peningkatan sangat signifikan. Yakni, melonjak dari 3,90 persen pada tahun 2021 menjadi 5,98 persen pada tahun 2022. 

“Secara umum, capaian tersebut menunjukan kondisi perekonomian di Kota Tangerang relatif stabil dan terkendali,” ungkap Decky Priambodo, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Rabu (6/12/23). 

Ia pun mengungkapkan, hal ini mengindikasikan terjadinya proses pemulihan ekonomi yang kuat dan pertumbuhan yang cepat. Proses pemulihan ini menggambarkan ketahanan dan adaptabilitas Kota Tangerang dalam menghadapi tantangan ekonomi yang sulit. 

“Kota Tangerang telah berhasil mengatasi dampak resesi tahun 2020 dan memasuki tren pertumbuhan yang positif. Pada 2023, LPE di targetkan berada pada kisaran 4,86 hingga 5,30 persen,” jelas Decky. 

Lanjutnya, LPE yang meningkat juga beriringan dengan peningkatan daya beli masyarakat di Kota Tangerang. Tercatat dalam data Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) indeks daya beli masyarakat yang diukur dengan Pengeluaran Per Kapita (PKP) yang disesuaikan mengalami peningkatan. 

“Pada tahun 2021, indeks daya beli masyarakat mencapai 81,65 poin dengan pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan sebesar Rp14.575.000,- Namun, pada tahun 2022, indeks ini meningkat menjadi 82,34 poin dengan pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp14.909.000,” papar Decky. 

Hal ini, kata Decky mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Tangerang memiliki lebih banyak daya beli untuk memenuhi kebutuhan dan mungkin juga untuk berinvestasi dalam hal-hal yang lebih besar. 

“Capaian ini mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Harapannya, LPE maupun daya beli masyarakat bisa terus meningkat di 2023 ini, dan menunjukkan nilai ekonomi yang lebih baik dan maju di 2024 mendatang,” tutup Decky.

Bappeda: Pertumbuhan Ekonomi Kota Tangerang Terus Tumbuh Positifhttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/12/Pertumbuhan-ekonomi-.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/12/Pertumbuhan-ekonomi--200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
Tppinews.com, TANGERANG - Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang tetap kuat di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global. Hal itu terlihat, dari Data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Tangerang pada tahun 2022 yang terjadi peningkatan sangat signifikan. Yakni, melonjak dari 3,90 persen pada tahun 2021 menjadi 5,98 persen pada tahun 2022.  “Secara umum,...
<!-- wp:image {"id":16541,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/12/Pertumbuhan-ekonomi-.jpg" alt="" class="wp-image-16541"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>Tppinews.com, TANGERANG - Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang tetap kuat di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global. Hal itu terlihat, dari Data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Tangerang pada tahun 2022 yang terjadi peningkatan sangat signifikan. Yakni, melonjak dari 3,90 persen pada tahun 2021 menjadi 5,98 persen pada tahun 2022. </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Secara umum, capaian tersebut menunjukan kondisi perekonomian di Kota Tangerang relatif stabil dan terkendali,” ungkap Decky Priambodo, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Rabu (6/12/23). </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ia pun mengungkapkan, hal ini mengindikasikan terjadinya proses pemulihan ekonomi yang kuat dan pertumbuhan yang cepat. Proses pemulihan ini menggambarkan ketahanan dan adaptabilitas Kota Tangerang dalam menghadapi tantangan ekonomi yang sulit. </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Kota Tangerang telah berhasil mengatasi dampak resesi tahun 2020 dan memasuki tren pertumbuhan yang positif. Pada 2023, LPE di targetkan berada pada kisaran 4,86 hingga 5,30 persen,” jelas Decky. </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Lanjutnya, LPE yang meningkat juga beriringan dengan peningkatan daya beli masyarakat di Kota Tangerang. Tercatat dalam data Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) indeks daya beli masyarakat yang diukur dengan Pengeluaran Per Kapita (PKP) yang disesuaikan mengalami peningkatan. </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Pada tahun 2021, indeks daya beli masyarakat mencapai 81,65 poin dengan pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan sebesar Rp14.575.000,- Namun, pada tahun 2022, indeks ini meningkat menjadi 82,34 poin dengan pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp14.909.000,” papar Decky. </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Hal ini, kata Decky mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Tangerang memiliki lebih banyak daya beli untuk memenuhi kebutuhan dan mungkin juga untuk berinvestasi dalam hal-hal yang lebih besar. </p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>“Capaian ini mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Harapannya, LPE maupun daya beli masyarakat bisa terus meningkat di 2023 ini, dan menunjukkan nilai ekonomi yang lebih baik dan maju di 2024 mendatang,” tutup Decky.</p> <!-- /wp:paragraph -->