Tppinews.com, TANGERANG-Hari Raya Imlek 2574 Khongzili yang jatuh pada Minggu (22/1/2023) digelar sarat makna di berbagai tempat, termasuk Tanah Air. Salah satunya klenteng tertua China Benteng di Pasar Lama, Kota Tangerang.

Warga keturunan Tionghoa dari Tangerang dan berbagai penjuru Indonesia datang untk mendaraskan doa di Boen Tek Bio, klenteng tertua di Kota Tangerang.

Namanya berarti tempat ibadah (bio), intelektual (boen), dan kebajikan (tek). Atau tempat ibadah yang membentuk manusia intelektual, lengkap dengan segala kebajikan.

Klenteng ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Wali Kota Tangerang pada 2011, dan menjadi klenteng tertua yang pernah didirikan di Kota Tangerang.

Yaitu diperkirakan dibangun perdana pada 1684, sementara komunitas China Benteng sendiri mulai datang ke Tangerang sekira 1407 untuk berdagang.

Setelah berdiri perdana, pemugaran atas klenteng dilakukan pada 1844 serta dibuka kembali pada 1856.

Penyebutan klenteng Boen Tek Bio disingkat Boen Tek, diperkirakan lama kelamaan menjadi “benteng” dan akhirnya komunitas Tionghoa di sekitarnya disebut China Benteng.

Ada pula versi yang menyebutkan bahwa sebutan Kota Tangerang dahulu adalah Boen Teng, lama-kelamaan terdengar sebagai “benteng” dan komunitas disebut sebagai para warga Benteng atau China Benteng.

Dan versi lainnya adalah para warga Tionghoa penghuni cikal-bakal Pasar Lama Tangerang dahulu membantu pembangunan benteng sekitar Jayakarta (Jakarta kini) dari serangan Belanda. Sehingga dikenal sebagai para warga pembangun benteng atau China Benteng.

Saat Indonesia berada dalam masa Orde Baru, Klenteng Boen Tek Bio pernah berganti nama menjadi Vihara Padumuttara. Lokasinya tetap seperti sekarang, di Jalan Ki Samaun.

Kembali kepada perayaan Xin Jia tahun ini, atau Hari Raya Imlek 2023, para umat yang hadir di Klenteng Boen Tek Bio mengalami peningkatan bila dibandingkan kondisi tiga tahun terakhir. Sejak pandemi 2020, pemerinta menetapkan pembatasan segala kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan atau kumpul-kumpul.

Kini, tetap dengan protokol kesehatan atau prokes, para peziarah secara khidmat mendaraskan doa dan membakar dupa untuk perayaan Imlek 2023.(Fie)

Merayakan Imlek 2023 di Boen Tek Bio, Klenteng Tertua di Pasar Lama Tangeranghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/01/dsc09506-1024x768.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/01/dsc09506-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
Tppinews.com, TANGERANG-Hari Raya Imlek 2574 Khongzili yang jatuh pada Minggu (22/1/2023) digelar sarat makna di berbagai tempat, termasuk Tanah Air. Salah satunya klenteng tertua China Benteng di Pasar Lama, Kota Tangerang. Warga keturunan Tionghoa dari Tangerang dan berbagai penjuru Indonesia datang untk mendaraskan doa di Boen Tek Bio, klenteng tertua...
<!-- wp:image {"id":15331,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2023/01/dsc09506-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-15331"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p><strong>Tppinews.com, TANGERANG</strong>-Hari Raya Imlek 2574 Khongzili yang jatuh pada Minggu (22/1/2023) digelar sarat makna di berbagai tempat, termasuk Tanah Air. Salah satunya klenteng tertua China Benteng di Pasar Lama, Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Warga keturunan Tionghoa dari Tangerang dan berbagai penjuru Indonesia datang untk mendaraskan doa di Boen Tek Bio, klenteng tertua di Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Namanya berarti tempat ibadah (bio), intelektual (boen), dan kebajikan (tek). Atau tempat ibadah yang membentuk manusia intelektual, lengkap dengan segala kebajikan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Klenteng ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Wali Kota Tangerang pada 2011, dan menjadi klenteng tertua yang pernah didirikan di Kota Tangerang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Yaitu diperkirakan dibangun perdana pada 1684, sementara komunitas China Benteng sendiri mulai datang ke Tangerang sekira 1407 untuk berdagang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Setelah berdiri perdana, pemugaran atas klenteng dilakukan pada 1844 serta dibuka kembali pada 1856.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Penyebutan klenteng Boen Tek Bio disingkat Boen Tek, diperkirakan lama kelamaan menjadi "benteng" dan akhirnya komunitas Tionghoa di sekitarnya disebut China Benteng.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ada pula versi yang menyebutkan bahwa sebutan Kota Tangerang dahulu adalah Boen Teng, lama-kelamaan terdengar sebagai "benteng" dan komunitas disebut sebagai para warga Benteng atau China Benteng.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dan versi lainnya adalah para warga Tionghoa penghuni cikal-bakal Pasar Lama Tangerang dahulu membantu pembangunan benteng sekitar Jayakarta (Jakarta kini) dari serangan Belanda. Sehingga dikenal sebagai para warga pembangun benteng atau China Benteng.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Saat Indonesia berada dalam masa Orde Baru, Klenteng Boen Tek Bio pernah berganti nama menjadi Vihara Padumuttara. Lokasinya tetap seperti sekarang, di Jalan Ki Samaun.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kembali kepada perayaan Xin Jia tahun ini, atau Hari Raya Imlek 2023, para umat yang hadir di Klenteng Boen Tek Bio mengalami peningkatan bila dibandingkan kondisi tiga tahun terakhir. Sejak pandemi 2020, pemerinta menetapkan pembatasan segala kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan atau kumpul-kumpul.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Kini, tetap dengan protokol kesehatan atau prokes, para peziarah secara khidmat mendaraskan doa dan membakar dupa untuk perayaan Imlek 2023.(Fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->