tppinews.com, TANGERANG – Pembangunan saluran air di kawasan Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya, proyek milik Dinas PUPR Provinsi Banten ini mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Ini proyek bikin macet jalan, karena tanah galian itu menumpuk di bahu jalan,” jelas Rusman, penguna jalan di lokasi, Senin (20/9/2022).

Sementara itu, Ketua Badan Peneliti Aset Negara Republik Indonesia (BPAN RI) H.Muhdi mengatakan, proyek milik Dinas PUPR Provinsi Banten ini dikerjakan oleh CV. Razan Bangun Nusantara dengan anggaran Rp.9.994.594.000.00.

“Harusnya proyek dengan anggaran yang segitu besar dikerjakan dengan kontraktor yang profesional, agar tidak menimbulkan polemik dan menganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, proyek tersebut terkesan dikerjakan asal jadi alias tanpa mengedepankan aspek kualitas dan kepentingan masyarakat.

“Jangan kerena hanya ingin mengejar target waktu dan keuntungan pribadi, sehingga harus mengorbankan kepentingan umum,” tuturnya.

Seharusnya, kata Muhdi, pelaksana dari CV. Razan Bangun Nusantara memahami bahwa pekerjaanya jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

“Rambu-rambu tanda bahaya atau pengingat bagi masyarakat itu harus dipasang, agar tidak mengancam keselamatan penguna jalan lainnya,” katanya.

“Kemudian tanah galian itu harus langsung dibuang dari lokasi agar tidak menumpuk dan menganggu pengguna jalan yang mengakibatkan macet,” tambahnya.

Ia berharap pihak kontraktor bekerja secara profesional dan sesuai aturan, sehingga tugas yang dikerjakan mendapat dukungan dari masyarakat dan memberikan dampak positif.(fie)

Dikeluhkan Warga, Pembangunan Saluran Air di Jalan KH Hasyim Ashari Tangerang Bikin Macethttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220920-WA0039-1024x768.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220920-WA0039-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Pembangunan saluran air di kawasan Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya, proyek milik Dinas PUPR Provinsi Banten ini mengganggu kenyamanan masyarakat. 'Ini proyek bikin macet jalan, karena tanah galian itu menumpuk di bahu jalan,' jelas Rusman, penguna jalan di lokasi, Senin (20/9/2022). Sementara...
<!-- wp:image {"id":14131,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG-20220920-WA0039-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-14131"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Pembangunan saluran air di kawasan Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya, proyek milik Dinas PUPR Provinsi Banten ini mengganggu kenyamanan masyarakat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Ini proyek bikin macet jalan, karena tanah galian itu menumpuk di bahu jalan," jelas Rusman, penguna jalan di lokasi, Senin (20/9/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Sementara itu, Ketua Badan Peneliti Aset Negara Republik Indonesia (BPAN RI) H.Muhdi mengatakan, proyek milik Dinas PUPR Provinsi Banten ini dikerjakan oleh CV. Razan Bangun Nusantara dengan anggaran Rp.9.994.594.000.00.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Harusnya proyek dengan anggaran yang segitu besar dikerjakan dengan kontraktor yang profesional, agar tidak menimbulkan polemik dan menganggu kenyamanan masyarakat," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurutnya, proyek tersebut terkesan dikerjakan asal jadi alias tanpa mengedepankan aspek kualitas dan kepentingan masyarakat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Jangan kerena hanya ingin mengejar target waktu dan keuntungan pribadi, sehingga harus mengorbankan kepentingan umum," tuturnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Seharusnya, kata Muhdi, pelaksana dari CV. Razan Bangun Nusantara memahami bahwa pekerjaanya jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Rambu-rambu tanda bahaya atau pengingat bagi masyarakat itu harus dipasang, agar tidak mengancam keselamatan penguna jalan lainnya," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kemudian tanah galian itu harus langsung dibuang dari lokasi agar tidak menumpuk dan menganggu pengguna jalan yang mengakibatkan macet," tambahnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ia berharap pihak kontraktor bekerja secara profesional dan sesuai aturan, sehingga tugas yang dikerjakan mendapat dukungan dari masyarakat dan memberikan dampak positif.(fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->