tppinews.com, TANGERANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tangerang menolak dihapusnya tunjangan profesi guru (TPG).

Hal itu merespons rencana penghapusan TPG dalam draf RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Kami, PGRI Tangerang menolak tegas penghapusan pasal tentang tunjangan profesi untuk guru dan dosen serta berbagai tunjangan lain dalam RUU Sisdiknas,” kata Ketua PGRI Kabupaten Tangerang Bibing Sudarman, Rabu (31/8/2022).

Menurut Bibing, PGRI sebagai organisasi tertua di Indonesia seolah tidak dihargai, karena sejak awal tidak dilibatkan dalam penyusunan draf RUU Sisdiknas.

Dalam pembahasan RUU Sisdiknas, kata Bibing, seharusnya masih membutuhkan kajian komprehensif, terutama dialog terbuka dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan pendidikan termasuk PGRI.

“Guru dan dosen adalah profesi, yang dalam menjalankan tugas keprofesiannya berhak mendapatkan kesejahteraan berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial,” katanya.

Pemberian tunjangan profesi bagi guru dan dosen disebut merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan atas profesi guru dan dosen.

“PGRI akan terus konsisten memperjuangkan hak profesional yang melekat dalam diri guru dan dosen, yang sudah mulai dilecehkan oleh pemerintah,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Pengurus Besar (PB) PGRI mendesak agar Kemendikbudristek yang kini di bawah komando Nadiem Makarim untuk mengembalikan ayat terkait tunjangan profesi guru di RUU Sisdiknas.(fie)

PGRI Kabupaten Tangerang Tolak Dihapusnya Tunjangan Profesi Guruhttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220831-WA0047.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220831-WA0047-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tangerang menolak dihapusnya tunjangan profesi guru (TPG). Hal itu merespons rencana penghapusan TPG dalam draf RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). 'Kami, PGRI Tangerang menolak tegas penghapusan pasal tentang tunjangan profesi untuk guru dan dosen serta berbagai tunjangan lain dalam RUU Sisdiknas,' kata...
<!-- wp:image {"id":14040,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220831-WA0047.jpg" alt="" class="wp-image-14040"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tangerang menolak dihapusnya tunjangan profesi guru (TPG).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Hal itu merespons rencana penghapusan TPG dalam draf RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kami, PGRI Tangerang menolak tegas penghapusan pasal tentang tunjangan profesi untuk guru dan dosen serta berbagai tunjangan lain dalam RUU Sisdiknas," kata Ketua PGRI Kabupaten Tangerang Bibing Sudarman, Rabu (31/8/2022).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurut Bibing, PGRI sebagai organisasi tertua di Indonesia seolah tidak dihargai, karena sejak awal tidak dilibatkan dalam penyusunan draf RUU Sisdiknas.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dalam pembahasan RUU Sisdiknas, kata Bibing, seharusnya masih membutuhkan kajian komprehensif, terutama dialog terbuka dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan pendidikan termasuk PGRI.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Guru dan dosen adalah profesi, yang dalam menjalankan tugas keprofesiannya berhak mendapatkan kesejahteraan berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Pemberian tunjangan profesi bagi guru dan dosen disebut merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan atas profesi guru dan dosen.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"PGRI akan terus konsisten memperjuangkan hak profesional yang melekat dalam diri guru dan dosen, yang sudah mulai dilecehkan oleh pemerintah," tukasnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Seperti diketahui sebelumnya, Pengurus Besar (PB) PGRI mendesak agar Kemendikbudristek yang kini di bawah komando Nadiem Makarim untuk mengembalikan ayat terkait tunjangan profesi guru di RUU Sisdiknas.(fie)</p> <!-- /wp:paragraph -->