tppinews.com, TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti kasus suspect chikungunya dengan mengunjungi langsung rumah warga yang diindikasi terkena chikungunya. Petugas Puskesmas juga menggiatkan kembali Jumantik (juru pemantau jentik) dan melakukan penyuluhan terkait PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3 M plus yaitu Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang barang2 yg dapat dijadikan tempat perindukan nyamuk Plus menghindari gigitan nyamuk (menjaga kebersihan rumah dan lingkungan).

“Setelah kami menerima laporan warga, pada tanggal 21 Juli kemarin petugas Puskesmas langsung mengunjungi langsung rumah warga yang terindikasi chikungunya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan, Dini Anggraeni, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (24/07).

“Dan kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi dan juga PSN, ” imbuhnya.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, lanjut Dini, pihaknya menemukan kasus yang mengarah pada gejala klinis chikungunya seperti badan kaku linu, demam, pusing, mual, dan timbul bercak dan bintik merah di tangan kaki.

“Hasil pemeriksaan darah rutin dari beberapa pasien yang dirawat dalam batas Normal. Rata-rata yang dirawat karena lemas dan ada gejala muntah, ” paparnya.

“Dari 14 yang suspect chikungunya rata-rata sudah mendapatkan penanganan medis dan sudah membaik bahkan sembuh, ” imbuhnya.

Dini juga menegaskan bahwa chikungunya ini merupakan penyakit Self Limiting Disease (dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 1-2 minggu gejala hilang dan cenderung tidak parah), maka yang diutamakan adalah pencegahannya agar tidak berkembang dan menular lebih banyak lagi dengan cara memberantas perindukan nyamuk sebagai pembawa virus tersebut.

“Penyakit chikungunya disebabkan virus chikungunya yg dibawa oleh nyamuk Dengue atau nyamuk albopictus yg terinfeksi. Oleh karenanya ditekankan untuk melakukan PSN 3 M plus dan menghindari gigitan nyamuk serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, ” tuturnya.

Selain melakukan penyuluhan, pihak Dinkes juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga dan juga membagikan bubuk abate untuk memberantas jentik nyamuk.

“Dinas kesehatan pun telah mengeluarkan SE terkait kewaspadaan berkembangnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan, ” pungkasnya. (BK/red)

Belasan Orang Suspect Chikungunya, Puskesmas dan warga Lakukan PSNhttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/07/Screenshot_2022_0724_202623-755x1024.pnghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/07/Screenshot_2022_0724_202623-200x200.png admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti kasus suspect chikungunya dengan mengunjungi langsung rumah warga yang diindikasi terkena chikungunya. Petugas Puskesmas juga menggiatkan kembali Jumantik (juru pemantau jentik) dan melakukan penyuluhan terkait PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3 M plus yaitu Menguras, Menutup dan Mendaur...
<!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti kasus suspect chikungunya dengan mengunjungi langsung rumah warga yang diindikasi terkena chikungunya. Petugas Puskesmas juga menggiatkan kembali Jumantik (juru pemantau jentik) dan melakukan penyuluhan terkait PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3 M plus yaitu Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang barang2 yg dapat dijadikan tempat perindukan nyamuk Plus menghindari gigitan nyamuk (menjaga kebersihan rumah dan lingkungan).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:image {"id":13737,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/07/Screenshot_2022_0724_202623-755x1024.png" alt="" class="wp-image-13737"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Setelah kami menerima laporan warga, pada tanggal 21 Juli kemarin petugas Puskesmas langsung mengunjungi langsung rumah warga yang terindikasi chikungunya," jelas Kepala Dinas Kesehatan, Dini Anggraeni, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (24/07).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Dan kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi dan juga PSN, " imbuhnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, lanjut Dini, pihaknya menemukan kasus yang mengarah pada gejala klinis chikungunya seperti badan kaku linu, demam, pusing, mual, dan timbul bercak dan bintik merah di tangan kaki.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Hasil pemeriksaan darah rutin dari beberapa pasien yang dirawat dalam batas Normal. Rata-rata yang dirawat karena lemas dan ada gejala muntah, " paparnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Dari 14 yang suspect chikungunya rata-rata sudah mendapatkan penanganan medis dan sudah membaik bahkan sembuh, " imbuhnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dini juga menegaskan bahwa chikungunya ini merupakan penyakit Self Limiting Disease (dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 1-2 minggu gejala hilang dan cenderung tidak parah), maka yang diutamakan adalah pencegahannya agar tidak berkembang dan menular lebih banyak lagi dengan cara memberantas perindukan nyamuk sebagai pembawa virus tersebut.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Penyakit chikungunya disebabkan virus chikungunya yg dibawa oleh nyamuk Dengue atau nyamuk albopictus yg terinfeksi. Oleh karenanya ditekankan untuk melakukan PSN 3 M plus dan menghindari gigitan nyamuk serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, " tuturnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Selain melakukan penyuluhan, pihak Dinkes juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga dan juga membagikan bubuk abate untuk memberantas jentik nyamuk.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Dinas kesehatan pun telah mengeluarkan SE terkait kewaspadaan berkembangnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan, " pungkasnya. (BK/red)</p> <!-- /wp:paragraph -->