tppinews.com, TANGERANG – Warga dipinggiran Sungai Cisadane meminta agar rambu bahaya berenang dipasang pada titik rawan. Hal itu lantaran kerap menimbulkan insiden tenggelam.

Seperti kejadian pada Minggu 13 Maret 2022, dua bocah pria berinisial AH dan RF tenggelam saat berenang, lalu ditemukan meninggal di dasar Sungai Cisadane area Jembatan Berendeng, Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang pada Minggu malam.

Warga pinggir Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Panji meminta otoritas terkait untuk memasang rambu-rambu yang memberi pesan peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane.

“Tentunya hal ini menanggapi sudah cukup banyaknya kejadian orang tenggelam terus meninggal,” ujar Panji, Senin 14 Maret 2022.

Panji mengatakan, rambu-rambu peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane diharapkan berperan penting dalam mencegah anak-anak berenang.

“Sehingga sebisa mungkin untuk dicegah agar tidak ada kejadian serupa lagi,” katanya.

Sementara itu, menurut Ketua RT di Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Angga, kedalaman Sungai Cisadane lebih dari dua meter.

“Kedalaman sini paling tiga meteran,” pungkasnya. (Eko).

Begini Reaksi Warga Soal Banyaknya Korban Tewas di Kali Cisadane Tangeranghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220313-WA0157-1024x576.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220313-WA0157-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Warga dipinggiran Sungai Cisadane meminta agar rambu bahaya berenang dipasang pada titik rawan. Hal itu lantaran kerap menimbulkan insiden tenggelam. Seperti kejadian pada Minggu 13 Maret 2022, dua bocah pria berinisial AH dan RF tenggelam saat berenang, lalu ditemukan meninggal di dasar Sungai Cisadane area Jembatan Berendeng,...
<!-- wp:image {"id":12981,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220313-WA0157-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-12981"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Warga dipinggiran Sungai Cisadane meminta agar rambu bahaya berenang dipasang pada titik rawan. Hal itu lantaran kerap menimbulkan insiden tenggelam.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Seperti kejadian pada Minggu 13 Maret 2022, dua bocah pria berinisial AH dan RF tenggelam saat berenang, lalu ditemukan meninggal di dasar Sungai Cisadane area Jembatan Berendeng, Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang pada Minggu malam.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Warga pinggir Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Panji meminta otoritas terkait untuk memasang rambu-rambu yang memberi pesan peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Tentunya hal ini menanggapi sudah cukup banyaknya kejadian orang tenggelam terus meninggal," ujar Panji, Senin 14 Maret 2022.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Panji mengatakan, rambu-rambu peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane diharapkan berperan penting dalam mencegah anak-anak berenang.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Sehingga sebisa mungkin untuk dicegah agar tidak ada kejadian serupa lagi," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Sementara itu, menurut Ketua RT di Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Angga, kedalaman Sungai Cisadane lebih dari dua meter.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kedalaman sini paling tiga meteran," pungkasnya. (Eko).</p> <!-- /wp:paragraph -->