tppinews.com, TANGERANG – Penataan wisata kuliner Pasar Lama Kota Tangerang hingga saat ini belum terealisasikan. Hal tersebut terlihat para pedagang tidak berjualan di skat kotak yang telah dibuat PT Tangerang Nusantara Global (TNG).

Pantauan dilokasi, pedagang menaruh grobaknya tidak pada pola yang telah dibuat oleh pihak PT TNG. Terlihat juga masih ada pedagang yang berjualan di sisi kiri jalan.

“Nanti kan pedagang disebelah kanan semua. Ini mah belum ada penataan sepertinya,” ujar Fajar, salah satu pedagang dilokasi.

Ia juga menyebut, lamanya penataan dikarenakan masih ada permasalahan antara pihak PT TNG dengan warga sekitar.

“Belum mulai bayar ini. Susah inimah ama warga juga kan belum selesai, yang warga ga pada setuju. Lama inimah prosesnya,” paparnya.

Diketahui, para pedagang wajib membayar uang sewa lapak kepada PT TNG mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu untuk satu slot nya. Hal tersebut menyesuaikan dengan ukuran lapak yang telah dibuat pihak PT TNG.

Lapak tersebut merupakan penanda batas satu pedagang dengan pedagang lainnya. Ukurannya bervariasi, mulai dari ukuran standar berukuran 2×1,5 meter hingga kelas premium berukuran 2×3 meter. (Eko).

Penataan Pedagang Kuliner Pasar Lama Tangerang Masih Belum Terrealisasi admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Penataan wisata kuliner Pasar Lama Kota Tangerang hingga saat ini belum terealisasikan. Hal tersebut terlihat para pedagang tidak berjualan di skat kotak yang telah dibuat PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Pantauan dilokasi, pedagang menaruh grobaknya tidak pada pola yang telah dibuat oleh pihak PT TNG. Terlihat juga...
<!-- wp:image {"id":12958,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220308-WA0041-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-12958"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Penataan wisata kuliner Pasar Lama Kota Tangerang hingga saat ini belum terealisasikan. Hal tersebut terlihat para pedagang tidak berjualan di skat kotak yang telah dibuat PT Tangerang Nusantara Global (TNG).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Pantauan dilokasi, pedagang menaruh grobaknya tidak pada pola yang telah dibuat oleh pihak PT TNG. Terlihat juga masih ada pedagang yang berjualan di sisi kiri jalan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Nanti kan pedagang disebelah kanan semua. Ini mah belum ada penataan sepertinya," ujar Fajar, salah satu pedagang dilokasi.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Ia juga menyebut, lamanya penataan dikarenakan masih ada permasalahan antara pihak PT TNG dengan warga sekitar.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Belum mulai bayar ini. Susah inimah ama warga juga kan belum selesai, yang warga ga pada setuju. Lama inimah prosesnya," paparnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Diketahui, para pedagang wajib membayar uang sewa lapak kepada PT TNG mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu untuk satu slot nya. Hal tersebut menyesuaikan dengan ukuran lapak yang telah dibuat pihak PT TNG.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Lapak tersebut merupakan penanda batas satu pedagang dengan pedagang lainnya. Ukurannya bervariasi, mulai dari ukuran standar berukuran 2x1,5 meter hingga kelas premium berukuran 2x3 meter. (Eko).</p> <!-- /wp:paragraph -->