tppinews.com, TANGERANG – Salah seorang warga mengeluhkan pelayanan yang diberikan pegawai Gerai Samsat Mall Karawaci, lantaran sikapnya yang terlihat aneh ditunjukan oleh pegawai outlet gerai yang berada dibawah naungan Samsat Cikokol ini. Lantaran hanya karena tidak membawa uang cash, masyarakat yang hendak membayar pajak tersebut, ditolak membayar pajak.

Keluhan tersebut disampaikan oleh masyarakat tersebut melalui video yang diunggah di akun TikTok @kaya_property. Yang kini viral.

Menurut wanita tersebut, Ia mengeluhkan atas pelayanan yang diberikan Gerai Samsat Mall Karawaci yang jauh dari sikap melayani.

Dalam video yang berdurasi 2.50 menit itu, seorang wanita menceritakan kronologis dirinya ditolak saat hendak membayar pajak di Gerai Samsat Mall Karawaci.

Saat itu, sang wanita tengah berjalan-jalan di Mall Karawaci, dan menyadari bahwa di lokasi tersebut terdapat Gerai Samsat.

“Kemarin saya jalan-jalan ke Mall Karawaci Tangerang saya melihat gerai Samsat, jadi saya teringat untuk membayar pajak kendaraan saya yang sudah nunggak selama 6 bulan,” kata sang wanita yang dikutip dari akun TikTok @kaya_property Sabtu (26/02).

Sesampainya di Gerai Samsat, Ia pun menyuruh petugas untuk menghitunh nominal dan denda yang harus dibayarkan olehnya.

“Saya meminta kepada petugas berapa rincian pajak yang harus saya bayar, maka keluarlah angka Rp.15.300.000,” katanya.

Namun, warga tersebut kaget karena petugas di Gerai Samsat Mall Karawaci menolak pembayaran non tunai, baik pembayaran melalui kartu kredit, debit mau pun transfer.

“Tempat pelayanan publik seperti ini kok tidak ada alat transaksi elektronik seperti mesin edisi, Ovo ataupun Gopay dan lainnya,” katanya dalam video tersebut.

Wanita itu merasa kecewa atas pelayanan tersebut, hal itu lantaran pembayaran pajak yang nominalnya belasan juta rupiah jika dibayar melalui tunai berpotensi dirampok di tengah jalan.

“Jika saya bawa uang 15 juta cash, kalau saya di rampok bagaimana. Siapa yang mau bertanggungjawab,” keluhnya

Dalam video nya wanita itu meminta kepala Samsat Tangerang untuk menjawab keluhan dirinya atas pelayanan yang mengecewakan tersebut

“Saya mau bayar pajak belasan juta, kok pelayanan publik seperti, harus bawa uang cash. Tolong bapak Kepala Samsat Tangerang dijawab ya,” katanya.

Seperti diketahui dalam pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Provinsi Banten, Samsat yang berada dibawah naungan Bapenda ini, bekerjasama dengan Bank Banten. Jadi agak disayangkan jika kemudian masyarakat di Banten, masih harus melakukan transaksi secara manual, padahal sudah memiliki Bank daerah,yang harus nya mampu menyediakan mesin edisi atau mengakomodir pembayaran secara elektronik. (TIm/redaksi)

Viral, Warga Banten Keluhkan Soal Pelayanan Samsat Cabang Cikokol Tangeranghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/02/Screenshot_2022_0226_204142-680x1024.pnghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/02/Screenshot_2022_0226_204142-200x200.png admin SEPUTAR TANGERANG
tppinews.com, TANGERANG - Salah seorang warga mengeluhkan pelayanan yang diberikan pegawai Gerai Samsat Mall Karawaci, lantaran sikapnya yang terlihat aneh ditunjukan oleh pegawai outlet gerai yang berada dibawah naungan Samsat Cikokol ini. Lantaran hanya karena tidak membawa uang cash, masyarakat yang hendak membayar pajak tersebut, ditolak membayar pajak. Keluhan tersebut disampaikan...
<!-- wp:image {"id":12890,"sizeSlug":"large"} --> <figure class="wp-block-image size-large"><img src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2022/02/Screenshot_2022_0226_204142-680x1024.png" alt="" class="wp-image-12890"/></figure> <!-- /wp:image --> <!-- wp:paragraph --> <p>tppinews.com, TANGERANG - Salah seorang warga mengeluhkan pelayanan yang diberikan pegawai Gerai Samsat Mall Karawaci, lantaran sikapnya yang terlihat aneh ditunjukan oleh pegawai outlet gerai yang berada dibawah naungan Samsat Cikokol ini. Lantaran hanya karena tidak membawa uang cash, masyarakat yang hendak membayar pajak tersebut, ditolak membayar pajak.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Keluhan tersebut disampaikan oleh masyarakat tersebut melalui video yang diunggah di akun TikTok @kaya_property. Yang kini viral.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Menurut wanita tersebut, Ia mengeluhkan atas pelayanan yang diberikan Gerai Samsat Mall Karawaci yang jauh dari sikap melayani.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dalam video yang berdurasi 2.50 menit itu, seorang wanita menceritakan kronologis dirinya ditolak saat hendak membayar pajak di Gerai Samsat Mall Karawaci.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Saat itu, sang wanita tengah berjalan-jalan di Mall Karawaci, dan menyadari bahwa di lokasi tersebut terdapat Gerai Samsat.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Kemarin saya jalan-jalan ke Mall Karawaci Tangerang saya melihat gerai Samsat, jadi saya teringat untuk membayar pajak kendaraan saya yang sudah nunggak selama 6 bulan," kata sang wanita yang dikutip dari akun TikTok @kaya_property Sabtu (26/02).</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Sesampainya di Gerai Samsat, Ia pun menyuruh petugas untuk menghitunh nominal dan denda yang harus dibayarkan olehnya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Saya meminta kepada petugas berapa rincian pajak yang harus saya bayar, maka keluarlah angka Rp.15.300.000," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Namun, warga tersebut kaget karena petugas di Gerai Samsat Mall Karawaci menolak pembayaran non tunai, baik pembayaran melalui kartu kredit, debit mau pun transfer.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Tempat pelayanan publik seperti ini kok tidak ada alat transaksi elektronik seperti mesin edisi, Ovo ataupun Gopay dan lainnya," katanya dalam video tersebut.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Wanita itu merasa kecewa atas pelayanan tersebut, hal itu lantaran pembayaran pajak yang nominalnya belasan juta rupiah jika dibayar melalui tunai berpotensi dirampok di tengah jalan.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Jika saya bawa uang 15 juta cash, kalau saya di rampok bagaimana. Siapa yang mau bertanggungjawab," keluhnya</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Dalam video nya wanita itu meminta kepala Samsat Tangerang untuk menjawab keluhan dirinya atas pelayanan yang mengecewakan tersebut</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>"Saya mau bayar pajak belasan juta, kok pelayanan publik seperti, harus bawa uang cash. Tolong bapak Kepala Samsat Tangerang dijawab ya," katanya.</p> <!-- /wp:paragraph --> <!-- wp:paragraph --> <p>Seperti diketahui dalam pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Provinsi Banten, Samsat yang berada dibawah naungan Bapenda ini, bekerjasama dengan Bank Banten. Jadi agak disayangkan jika kemudian masyarakat di Banten, masih harus melakukan transaksi secara manual, padahal sudah memiliki Bank daerah,yang harus nya mampu menyediakan mesin edisi atau mengakomodir pembayaran secara elektronik. (TIm/redaksi)</p> <!-- /wp:paragraph -->