tppinews.com, TANGERANG – Keberadan HOP Restoran dan Karaoke ternyata mulai mendapatkan perhatian dari kalangan ulama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang KH Edi Junaedi Nawawi meminta Pemkot Tangerang bertindak tegas, dengan menutup Karaoke HOP yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang.

“Kalau keberadaannya mendatangkan masalah dan tidak memiliki izin, Pemkot Tangerang ya harus menutup, karena memang ketentuan soal hiburan ini kan sudah diatur dalam Perda,” kata KH Edi kepada wartawan. Rabu (27/12/2017)

Ulama yang juga Imam Masjid Al Azhom ini mengaku kaget, jika di wilayah Kecamatan Cipondoh berdiri karaoke yang tidak mengantongi izin. Ia juga mengklaim bahwa di wilayah tersebut merupakan wilayah santri karena terdapat banyak pesantren yang menandakan masyarakatnya religius.

“Saya baru tahu kalau disitu ada karaoke, kok bisa beroperasi kalau tidak ada ada izinnya ?,” ungkapnya rasa heran.

Lebih jauh KH Edi menyatakan, kapasitas MUI dalam hal ini bersifat menghimbau dan memberikan masukan kepada Pemkot Tangerang, apalagi keberadaan tempat hiburan merupakan hal yang sensitif di Kota Tangerang,

Mengingat Kota Tangerang memiliki Perda 7 dan 8 tahun 2005 yang mengatur minuman keras dan pelacuran. Dimana Keberadaan tempat hiburan merupakan potensi besar untuk penyebaran minuman keras dan pelacuran terselubung.

“Kita akan menyampaikan masukan soal ini ke Pemkot Tangerang, untuk nanti ditindak lanjuti, kalau memang tidak ada izin yang ditutup saja,” pungkasnya.(tim)

MUI Minta Pemkot Tangerang Segera Tutup HOP Karaokehttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/12/Screenshot_20171227-233424-1024x804.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/12/Screenshot_20171227-233424-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG,,
tppinews.com, TANGERANG - Keberadan HOP Restoran dan Karaoke ternyata mulai mendapatkan perhatian dari kalangan ulama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang KH Edi Junaedi Nawawi meminta Pemkot Tangerang bertindak tegas, dengan menutup Karaoke HOP yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. 'Kalau keberadaannya mendatangkan masalah...
<img class="aligncenter size-medium wp-image-6384" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/12/Screenshot_20171227-233424-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" />tppinews.com, TANGERANG - Keberadan HOP Restoran dan Karaoke ternyata mulai mendapatkan perhatian dari kalangan ulama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang KH Edi Junaedi Nawawi meminta Pemkot Tangerang bertindak tegas, dengan menutup Karaoke HOP yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. "Kalau keberadaannya mendatangkan masalah dan tidak memiliki izin, Pemkot Tangerang ya harus menutup, karena memang ketentuan soal hiburan ini kan sudah diatur dalam Perda," kata KH Edi kepada wartawan. Rabu (27/12/2017) Ulama yang juga Imam Masjid Al Azhom ini mengaku kaget, jika di wilayah Kecamatan Cipondoh berdiri karaoke yang tidak mengantongi izin. Ia juga mengklaim bahwa di wilayah tersebut merupakan wilayah santri karena terdapat banyak pesantren yang menandakan masyarakatnya religius. "Saya baru tahu kalau disitu ada karaoke, kok bisa beroperasi kalau tidak ada ada izinnya ?," ungkapnya rasa heran. Lebih jauh KH Edi menyatakan, kapasitas MUI dalam hal ini bersifat menghimbau dan memberikan masukan kepada Pemkot Tangerang, apalagi keberadaan tempat hiburan merupakan hal yang sensitif di Kota Tangerang, Mengingat Kota Tangerang memiliki Perda 7 dan 8 tahun 2005 yang mengatur minuman keras dan pelacuran. Dimana Keberadaan tempat hiburan merupakan potensi besar untuk penyebaran minuman keras dan pelacuran terselubung. "Kita akan menyampaikan masukan soal ini ke Pemkot Tangerang, untuk nanti ditindak lanjuti, kalau memang tidak ada izin yang ditutup saja," pungkasnya.(tim)