tppinews.com, TANGERANG – Seluruh pedagang di Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, sudah diminta untuk melakukan pengosongan kios ataupun lapak dagangannya.

Perintah tersebut resmi dikeluarkan melalui surat pemberitahuan yang dilayangkan pihak Koperasi Pasar Persada Cita Bersama, berdasarkan surat dari PT Dian Bermakna Utama dengan nomor 27/LGD-DBU/IX/2017 per-Tanggal 27 September 2017 Tentang Pengosongan dan Pemindahan Eks Pedagang Pasar Lembang Terkait Akan Dilakukan Serah Terima Lahan Kepada Pemkot Tangerang Untuk Kepentingan Ruang Terbuka Hijau/Alun-alun Kecamatan Ciledug. Baca juga: Lokasi Penampungan Eks Pasar Lembang Belum Berizin, 

“Ya, surat pemberitahuan itu sudah sampai oleh para pedagang. Kemarin pun sudah ada beberapa perwakilan dari pedagang yang berbicara kepada saya. Dan intinya mereka tetap akan bertahan,” kata Hartoto, Anggota DPRD Kota Tangerang asal Dapil Kecamatan Ciledug, Larangan dan Karang Tengah, Sabtu (30/9/2017).

Pria yang akrab disapa Toing ini, menegaskan, bila aspirasi para pedagang di pasar itu harus juga terkomodir oleh pihak pemerintah daerah setempat, karena salah satu hal didalamnya adalah menyangkut tentang keberlangsungan hidup banyak orang. Baca juga: Satpol PP Kawal Relokasi Pedagang Pasar Lembang 

“Seluruh pedagang di pasar itu ada lebih dari tujuh ratusan orang. Salah satu keinginan yang saya dengar adalah mereka mau tetap berjualan dilokasi. Mereka juga kan bagian dari masyarakat. Kalau harapan mereka, sebenarnya malah pasar itu dikelola oleh pemerintah, bukan pihak swasta,” tegas dia.

Selain itu, tokoh masyarakat yang aktif dalam organisasi Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) ini pun menyebut, bahwa keberadaan pasar yang dikelola dibawah naungan BUMD, memang belum tersedia diwilayah tersebut.

Maka dari itu, Mantan Ketua Komisi I DPDR Kota Tangerang ini  berpendapat, agar sebaiknya pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini. Sebab, kritik dia, kebijakan perencanaan mengubah lokasi tersebut sebaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) masih dirasa belum terlalu mendesak.

“Keberadaan pasar justru lebih sangat penting disini. Kebetulan saya pribadi memang berasal dari dapil wilayah ini, jadi saya juga hafal dan tau betul mengenai kebutuhannya. Disini belum ada pasar yang dikelola PD Pasar. Semangat pedagang malah kearah sana. Insyaallah aspirasi mereka akan kita diskusikan kembali dalam hearing (dengar pendapat) hari senin besok,” jelasnya.

Sementara, Viki, salah seorang perwakilan pedagang membenarkan soal adanya perintah pengosongan lahan tersebut. Dia juga mengamini bila sebagian besar pedagang memang akan tetap ngotot bertahan dilokasi lama.

“Iya, kita akan berusaha tetap dagang dilahan ini,” kata Viki.

Terpisah, Kepala PD Pasar Kota Tangerang, Hj. Titin menegaskan, bila pengelolaan pasar lembang memang merupakan kewenangan swasta alias tidak masuk kedalam naungan pihaknya.

“Untuk pasar lembang memang dikelola oleh swasta, jadi tidak ada dibawah PD Pasar,” pungkasnya. (audi)

Pedagang Pasar Lembang Ngotot Bertahanhttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/09/downloadfile-2.jpghttp://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/09/downloadfile-2-200x200.jpg admin SEPUTAR TANGERANG,,,
tppinews.com, TANGERANG - Seluruh pedagang di Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, sudah diminta untuk melakukan pengosongan kios ataupun lapak dagangannya. Perintah tersebut resmi dikeluarkan melalui surat pemberitahuan yang dilayangkan pihak Koperasi Pasar Persada Cita Bersama, berdasarkan surat dari PT Dian Bermakna Utama dengan nomor 27/LGD-DBU/IX/2017 per-Tanggal 27 September 2017 Tentang...
<div id="m158" class="mail-message expanded"> <div class="mail-message-content collapsible zoom-normal mail-show-images "> <div class="clear"> <p dir="ltr"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5687" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/09/Screenshot_20170920-192910-300x161.jpg" alt="" width="300" height="161" />tppinews.com, TANGERANG - Seluruh pedagang di Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, sudah diminta untuk melakukan pengosongan kios ataupun lapak dagangannya.</p> <p dir="ltr">Perintah tersebut resmi dikeluarkan melalui surat pemberitahuan yang dilayangkan pihak Koperasi Pasar Persada Cita Bersama, berdasarkan surat dari PT Dian Bermakna Utama dengan nomor 27/LGD-DBU/IX/2017 per-Tanggal 27 September 2017 Tentang Pengosongan dan Pemindahan Eks Pedagang Pasar Lembang Terkait Akan Dilakukan Serah Terima Lahan Kepada Pemkot Tangerang Untuk Kepentingan Ruang Terbuka Hijau/Alun-alun Kecamatan Ciledug. Baca juga: <a href="http://www.tppinews.com/2017/10/5785/" target="_blank" rel="noopener">Lokasi Penampungan Eks Pasar Lembang Belum Berizin, </a></p> <p dir="ltr"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5762" src="http://www.tppinews.com/wp-content/uploads/2017/09/IMG-20170929-WA0044-169x300.jpg" alt="" width="169" height="300" />"Ya, surat pemberitahuan itu sudah sampai oleh para pedagang. Kemarin pun sudah ada beberapa perwakilan dari pedagang yang berbicara kepada saya. Dan intinya mereka tetap akan bertahan," kata Hartoto, Anggota DPRD Kota Tangerang asal Dapil Kecamatan Ciledug, Larangan dan Karang Tengah, Sabtu (30/9/2017).</p> <p dir="ltr">Pria yang akrab disapa Toing ini, menegaskan, bila aspirasi para pedagang di pasar itu harus juga terkomodir oleh pihak pemerintah daerah setempat, karena salah satu hal didalamnya adalah menyangkut tentang keberlangsungan hidup banyak orang. Baca juga: <a href="http://www.tppinews.com/2017/10/5777/" target="_blank" rel="noopener">Satpol PP Kawal Relokasi Pedagang Pasar Lembang </a></p> <p dir="ltr">"Seluruh pedagang di pasar itu ada lebih dari tujuh ratusan orang. Salah satu keinginan yang saya dengar adalah mereka mau tetap berjualan dilokasi. Mereka juga kan bagian dari masyarakat. Kalau harapan mereka, sebenarnya malah pasar itu dikelola oleh pemerintah, bukan pihak swasta," tegas dia.</p> <p dir="ltr">Selain itu, tokoh masyarakat yang aktif dalam organisasi Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) ini pun menyebut, bahwa keberadaan pasar yang dikelola dibawah naungan BUMD, memang belum tersedia diwilayah tersebut.</p> <p dir="ltr">Maka dari itu, Mantan Ketua Komisi I DPDR Kota Tangerang ini  berpendapat, agar sebaiknya pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini. Sebab, kritik dia, kebijakan perencanaan mengubah lokasi tersebut sebaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) masih dirasa belum terlalu mendesak.</p> <p dir="ltr">"Keberadaan pasar justru lebih sangat penting disini. Kebetulan saya pribadi memang berasal dari dapil wilayah ini, jadi saya juga hafal dan tau betul mengenai kebutuhannya. Disini belum ada pasar yang dikelola PD Pasar. Semangat pedagang malah kearah sana. Insyaallah aspirasi mereka akan kita diskusikan kembali dalam hearing (dengar pendapat) hari senin besok," jelasnya.</p> <p dir="ltr">Sementara, Viki, salah seorang perwakilan pedagang membenarkan soal adanya perintah pengosongan lahan tersebut. Dia juga mengamini bila sebagian besar pedagang memang akan tetap ngotot bertahan dilokasi lama.</p> <p dir="ltr">"Iya, kita akan berusaha tetap dagang dilahan ini," kata Viki.</p> <p dir="ltr">Terpisah, Kepala PD Pasar Kota Tangerang, Hj. Titin menegaskan, bila pengelolaan pasar lembang memang merupakan kewenangan swasta alias tidak masuk kedalam naungan pihaknya.</p> <p dir="ltr">"Untuk pasar lembang memang dikelola oleh swasta, jadi tidak ada dibawah PD Pasar," pungkasnya. (audi)</p> </div> </div> </div>